476 KK Korban Bencana di Agam Bersedia Tinggal di Hunian Sementara, Pembangunan Ditarget Rampung Akhir Desember 2025
- Istimewa
“Yang bersedia direlokasi sebanyak 476 KK, sedangkan 63 KK lainnya memilih tidak pindah,” kata Rinaldi.
Pembangunan Segera Dimulai
Pemerintah Kabupaten Agam memastikan proses pembangunan hunian sementara akan segera dimulai dalam waktu dekat. Saat ini, pihaknya tengah melakukan survei detail di masing-masing lokasi untuk memastikan kesiapan lahan dan kebutuhan teknis pembangunan.
Pembangunan hunian sementara ini akan dilakukan bekerja sama dengan TNI, guna mempercepat proses konstruksi di tengah kondisi darurat.
“Dalam minggu ini bahan bangunan sudah mulai didatangkan, baik dari Jakarta maupun dari Padang. Begitu material tiba di lokasi, pembangunan langsung dikerjakan,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan hunian sementara selesai dibangun menjelang akhir Desember 2025, sehingga para korban bencana dapat segera menempati tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
Spesifikasi Hunian Sementara
Hunian sementara yang akan dibangun memiliki tipe 21, dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti dapur, akses jalan, serta sarana pendukung lainnya. Seluruh pendanaan pembangunan huntara ini bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Rinaldi menegaskan, hunian sementara ini bersifat sementara dan akan digunakan oleh korban bencana sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) yang direncanakan mulai dibangun pada tahun 2026.
“Hunian sementara ini menjadi solusi tempat tinggal sementara sampai hunian tetap selesai dibangun tahun depan,” pungkasnya.
Langkah relokasi dan pembangunan hunian sementara ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak sekaligus meminimalkan risiko bencana susulan di wilayah rawan. (nsp)
Load more