Anita Dewi dan Alvin Harris Akhirnya Bertemu Argi Budiansyah, Proses Mediasi soal Tumbler Tertinggal di KRL Berjalan Baik
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) menyebut proses mediasi soal tumbler antara petugas passenger service Stasiun Rangkasbitung, yakni Argi Budiansyah dengan pengguna KRL Anita Dewi berjalan baik.
Adapun dalam mediasi ini Anita Dewi ditemani oleh suaminya yang juga ikut viral, yakni Alvin Harris.
Sebelumnya, nama Anita Dewi menjadi perbincangan di dunia maya lantaran membuat utas tentang tas miliknya yang tertinggal di KRL.
Kala itu dia naik KRL jurusan Rangkasbitung sekitar pukul 19.00 WIB atau saat kereta sedang ramai-ramainya.
Dalam utasnya, dia menyebut tasnya kembali ke tangannya namun tumbler miliknya tidak ada.
Singkatnya, Argi Budiansyah yang bertanggung jawab atas penjagaan di hari tersebut langsung menghubungi Anita Dewi.
Dia memberikan penjelasan hingga kronologi apa yang terjadi berdasarkan versinya kepada Anita Dewi dan Alvin Harris.
Argi Budiansyah yang saat itu bertugas dan menerima tas tersebut dari rekan petugas sebelumnya mengaku tidak melakukan pengecekan terhadap isi tasnya lantaran malam itu sedang ramai sehingga dia harus kembali ke posisi tugasnya.
Dia mengaku langsung menyimpan tas milik Anita Dewi ke dalam lemari penyimpanan. Namun, yang dia rasakan, tas tersebut terasa ringan.
Utas ini menjadi viral dan menjadi trending hingga isu Argi Budiansyah dan rekan-rekannya yang sedang bertugas di hari itu dikenai SP hingga dipecat merebak.
Namun, setelahnya, KAI Commuter Indonesia (KCI) memastikan tidak ada pemecatan terkait kasus yang viral tersebut, melainkan proses klarifikasi masih berlangsung.
Pada Kamis (27/11/2025) malam, kedua belah pihak pun bertemu di Kantor KAI Wisata, Stasiun Gondangdia, Jakarta.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut pertemuan itu menghasilkan kesepahaman bersama dari seluruh pihak.
Pihaknya berharap mediasi ini bisa meluruskan persepsi publik dan menempatkan kembali informasi yang beredar di media sosial ke proporsi yang semestinya.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan perusahaan menjunjung tinggi profesionalitas dalam layanan sekaligus memastikan seluruh pegawai mendapatkan dukungan penuh saat bertugas.
“Setiap insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja. Argi Budiansyah tetap menjadi karyawan KAI Group dan bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik,” kata Bobby.
Dalam pernyataan terpisah, Vice President Corporate Communications KAI Anne Purba menambahkan penyelesaian melalui pendekatan kekeluargaan ini merupakan wujud keterbukaan KAI Group terhadap masukan pelanggan.
Dia lantas menepis isu pemecatan terhadap petugas yang sebelumnya viral di media sosial.
“KAI memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Kami juga menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap petugas terkait sebagaimana isu yang muncul sebelumnya,” tegasnya.
Terkait hal ini, pihaknya menyebut KAI Group akan terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat koordinasi layanan.
Hal ini termasuk dengan prosedur pengelolaan barang tertinggal (lost and found).
“Kami terus meningkatkan integritas dan kesiapsiagaan pekerja, baik di stasiun maupun selama perjalanan, agar layanan semakin responsif dan terpercaya,” tegasnya.
Anne mengimbau agar seluruh pengguna KRL selalu mengawasi barang bawaannya baik di area stasiun maupun selama menggunakan layanan kereta api. (ant/nsi)
Load more