News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Baru Kasus Kematian Diplomat Arya Daru, Ada Luka Benda Tumpul di Dada dan Banyak Memar di Tubuh

Tim kuasa hukum keluarga diplomat muda Kemlu Arya Daru Pangayunan membeberkan sejumlah temuan fakta baru usai audiensi dengan tim penyidik Polda Metro Jaya.
Rabu, 26 November 2025 - 19:23 WIB
Nicholay Aprilindo, kuasa hukum keluarga Arya Daru (kanan)
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Tim kuasa hukum keluarga diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan membeberkan sejumlah temuan fakta baru usai audiensi dengan tim penyidik Polda Metro Jaya pada Rabu (26/11/2025).

Temuan baru itu adalah berdasarkan hasil pemeriksaan forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), ada luka akibat benda tumpul di bagian dada serta memar di sejumlah titik tubuh Arya Daru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilindo, mengatakan bahwa temuan medis tersebut disampaikan langsung oleh tim forensik RSCM saat pihak keluarga mengikuti proses identifikasi.

“Jadi ada ditemukan dalam pemeriksaan forensik RSCM, kekerasan akibat benda tumpul. Tapi benda tumpul itu tidak bisa dikatakan oleh RSCM, benda tumpul yang aktif atau yang pasif,” ujar Nicholay.

Ia menjelaskan, “aktif” berarti tubuh korban dipukul dengan suatu benda, sedangkan “pasif” berarti tubuh korban terbentur atau membenturkan diri pada permukaan keras seperti tembok.

Namun, forensik belum dapat memastikan jenis dan mekanismenya. Lebih lanjut, Nicholay menyebut letak luka utama berada di dada.

“Di dada. Dan banyak. Dan ada memar-memar. Nah, itu juga tidak bisa dipastikan memar akibat apa,” katanya.

Tak hanya di dada, memar lain juga ditemukan di beberapa bagian tubuh korban.

“Memar di pelipis mata kanan, kemudian di leher ada beberapa. Itu tidak bisa dipastikan akibat apa. Itu kami dapatkan dari forensik,” tegasnya.

Nicholay menyatakan bahwa temuan ini menjadi dasar pihak keluarga meminta kejelasan kepada penyidik dan ahli forensik.

“Nah, ini pertanyaan bagi kami ke sana. Itu media bisa tanya langsung ke forensiknya,” ujarnya.

Keluarga kini menunggu penjelasan lanjutan dari penyidik Polda Metro Jaya guna memastikan apakah luka-luka tersebut berkaitan dengan dugaan tindak kekerasan atau faktor lain menjelang kematian Arya Daru Pangayunan.

Diketahui, Diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, ditemukan tewas secara mengenaskan.

Ia ditemukan tewas dalam kondisi wajah terlilit lakban, di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

Arya ditemukan telah meninggal dunia secara mengenaskan di kamar indekos-nya yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Saat ditemukan, tubuhnya dalam kondisi tragis, yakni dengan wajah dan kepalanya tertutup lakban, terbaring terlentang di atas tempat tidur, serta diselimuti kain berwarna biru gelap. (rpi/iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral