News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keluarga Kacab BRI Hadiri Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Polda Metro, Tegaskan Tetap Tuntut Pasal Pembunuhan Berencana

Keluarga Kacab Bank BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta bersama tim kuasa hukum hadiri rekonstruksi kasus penculikan dan pembunuhan di Polda Metro Jaya.
Senin, 17 November 2025 - 21:27 WIB
Keluarga Kacab BRI Hadir dalam Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Polda Metro, Tegaskan Tetap Tuntut Pasal Pembunuhan Berencana
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Pihak keluarga Kepala Cabang Pembantu Bank BRI di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37) bersama tim kuasa hukumnya hadir dalam rekonstruksi kasus penculikan dan pembunuhan yang digelar di Polda Metro Jaya, pada Senin (17/11/2025).

Kuasa Hukum Korban, Tati Suryati menegaskan bahwa pihaknya tetap menuntut agar para tersangka dikenakan pasal pembunuhan berencana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada Polda Metro Jaya untuk mengawal proses ini karena kami dari pihak keluarga tetap menuntut untuk pasal pembunuhan rencana,” kata Tati, di Polda Metro Jaya, Senin (17/11/2025).

Kemudian, Ardian Pratomo yang juga kuasa hukum korban juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong agar para tersangka dapat dikenakan pasal terkait perencanaan. 

Sebab, dari awal sampai akhir itu merupakan satu rangkaian terstruktur yang itu memang endingnya untuk menghabisi korban.

“Karena ada opsi yang seharusnya bisa dilakukan untuk menyelamatkan korban tapi itu tidak digunakan,” jelas Ardian.

Lebih lanjut Ardian menjelaskan bahwa dalam rekonstruksi dapat dilihat fakta terkait unsur pembunuhannya sudah jelas 90 persen. 

“Karena tidak mungkin seorang yang tidak ingin merencanakan pembunuhan menyiapkan segala macam termasuk diantaranya lakban, handuk, dan sebagainya. Terus kemudian tidak mungkin seseorang yang tidak akan melakukan pembunuhan itu berusaha untuk menutup agar korban itu tidak bereaksi dengan cara apapun itu,” tutur Ardian. 

“Dan bahkan tadi di dalam rekonstruksi yang periode terakhir di mobil yang Fortuner itu memang terlihat sekali bahwasannya posisi korban ketika sehabis dianiaya di mobil yang Avanza Putih dalam kodisi yang sudah lemas, kemudian dimasukkan ke dalam mobil Fortuner yang warna hitam terus kemudian dalam posisi ada handuk melilit di leher kemudian ditekan pakai kaki itu mungkin tidak akan meninggal karena seseorang pasti akan kehabisan nafas di situ,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kakak Korban, Taufan Maulana berharap agar kasus ini dapat ditangani secara transparan dan adil. 

Namun dalam hal ini, pihaknya menegaskan tiga poin utama, yang pertama yakni sulit untuk mengatakan tidak ada unsur mensrea (niat jahat) di dalam kasus ini. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral