Tim Gabungan Polisi Ungkap Temuan Mengejutkan Soal Bom di SMAN 72 Jakarta, Ternyata Begini Kondisinya
- Rika Pangesti/tvOnenews
Bahan peledak utama yang digunakan teridentifikasi sebagai potasium klorat, dengan casing jerigen plastik berukuran satu liter dan shrapnel berupa paku baja dan paku seng.
Henik menambahkan, dampak ledakan di dalam masjid bersifat overpressure, menyebabkan banyak korban mengalami luka dan gangguan pada gendang telinga akibat gelombang tekanan dan serpihan paku.
Selain di masjid, tim juga menemukan bom di bank sampah dan taman baca sekolah.
“Untuk di taman baca, kami mendapatkan barang bukti berupa bom dengan casing kaleng minuman merek Coca-Cola, dilengkapi sumbu bakar dan di sebelahnya terdapat remote,” ujarnya.
Temuan itu menguatkan dugaan bahwa pelaku mengendalikan ledakan dari luar masjid menggunakan remote yang ditemukan di taman baca.
Di lokasi bank sampah, Brimob menemukan empat bom, dua sudah meledak namun tidak sempurna, dan dua lainnya masih aktif.
“Bom di bank sampah menggunakan casing pipa logam ukuran 3/4 inci, panjang sekitar 20 cm. Daya ledaknya rendah karena hanya tutupnya yang hancur, sedangkan pipa tetap utuh,” terang Henik.
Bom di kedua lokasi itu memiliki bahan peledak serupa, yaitu potasium klorat, namun mekanisme pemicunya berbeda.
“Dapat kami simpulkan bahwa aktifasi bom di TKP kedua menggunakan sumbu api. Kalau sumbunya panjang waktunya lebih lama, kalau pendek lebih cepat,” kata Henik.
Dari seluruh hasil penyisiran, tim Jibom mencatat total tujuh bom ditemukan, di antaranya yakni:
- Dua bom meledak di masjid dengan sistem remote,
- Dua bom pipa di bank sampah meledak sebagian (low order),
- Dua bom pipa aktif di bank sampah, dan
- Satu bom aktif di taman baca dengan casing kaleng Coca-Cola.
“Dari tujuh, empat yang meledak dan tiga yang masih aktif sudah kami amankan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya,” pungkas Henik. (rpi/iwh)
Load more