News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Baru Soal Senjata yang Ditemukan di SMAN 72, Wamenko Polkam Lodewijk Bilang...

Wamenko Polkam Lodewijk menegaskan senjata yang ditemukan di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta bukan senjata asli, melainkan mainan. Ini penjelasan lengkapnya.
Jumat, 7 November 2025 - 16:33 WIB
Wamenko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Minggu (17/8/2025)
Sumber :
  • (ANTARA/Walda Marison)

Jakarta, tvOnenews.com — Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Wamenko Polkam) Letjen TNI (Purn) Lodewijk F. Paulus menegaskan bahwa senjata yang ditemukan di lokasi ledakan SMAN 72 Jakarta bukan senjata asli, melainkan senjata mainan. Hal itu disampaikan usai dirinya meninjau langsung lokasi ledakan yang terjadi di musala sekolah pada Jumat (7/11/2025) siang.

Menurut Lodewijk, hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa senjata yang sempat viral di media sosial bukanlah senjata api sungguhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada gambar itu, tapi ternyata senjata mainan. Bukan senjata beneran. Setelah kami cek, itu senjata mainan,” ujarnya kepada awak media di Jakarta, Jumat (7/11/2025).

Ledakan Terjadi Dua Kali Saat Salat Jumat

Lodewijk menjelaskan, ledakan pertama terjadi di bagian belakang musala sekitar pukul 12.15 WIB, dan ledakan kedua menyusul di dekat pintu masuk musala. Saat itu, para siswa dan guru sedang melaksanakan salat Jumat.

“Yang jelas, pada jam 12.15 tadi, di masjid atau musala SMAN 72 telah terjadi dua kali ledakan. Pertama di agak belakang, kedua di dekat pintu musala,” kata Lodewijk.

Akibat peristiwa itu, sebanyak 20 orang menjadi korban, sebagian besar siswa yang tengah beribadah. Dari jumlah tersebut, tiga orang mengalami luka parah, sedangkan 17 lainnya luka ringan.

“Dari 20 orang itu, tiga luka parah dan 17 luka ringan. Alhamdulillah tidak ada korban meninggal,” tambahnya.

Wamenko: Jangan Langsung Sebut Terorisme

Terkait dugaan bahwa ledakan tersebut merupakan aksi terorisme, Lodewijk meminta publik untuk tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum hasil penyelidikan resmi dikeluarkan oleh aparat kepolisian.

“Jangan jumping conclusion, jangan langsung dikatakan ini aksi teroris. Kita belum sampai ke sana. Biarkan aparat bekerja dulu,” tegasnya.

Lodewijk menambahkan bahwa tim forensik Polri masih bekerja untuk memastikan sumber ledakan, apakah benar berasal dari bom rakitan, bahan kimia, atau sebab lain.

“Tentang ledakan, masih tim forensik lagi kerja. Kita tunggu hasilnya,” jelasnya.

Kondisi Korban dan Dugaan Awal

Hingga sore hari, para korban telah dievakuasi dan dirawat di rumah sakit terdekat. Dari 20 korban tersebut, empat di antaranya merupakan putra-putri anggota TNI AL. Lodewijk menyebut penanganan medis telah berjalan dengan baik.

“Saya meninjau ke sana, alhamdulillah sampai saat ini semua ditangani dengan baik,” ucapnya.

Sementara itu, mengenai status pelaku dan pemilik benda yang ditemukan di lokasi, Lodewijk mengatakan belum dapat dipastikan apakah termasuk siswa atau pihak luar.

“Soal siapa yang tergeletak di samping senjata itu, apakah murid atau pelaku, kita belum tahu. Masih diselidiki,” ujarnya.

Klarifikasi Soal Bom Molotov dan Barang Bukti

Menanggapi pertanyaan soal keberadaan bom molotov, Lodewijk menilai belum ada bukti yang menunjukkan benda tersebut digunakan dalam peristiwa ini.

“Kalau bom molotov pasti sudah kebakar itu, namanya karpet. Jadi belum bisa dipastikan,” katanya.

Sejauh ini, tim investigasi gabungan dari Polres Jakarta Timur, Polda Metro Jaya, dan TNI masih melakukan penyisiran di area sekolah. Barang-barang yang ditemukan di sekitar lokasi, termasuk senjata mainan, sudah diamankan untuk kepentingan forensik dan penyelidikan lebih lanjut.

Situasi Sekolah Sudah Kondusif

Lodewijk memastikan situasi di SMAN 72 Jakarta kini berangsur kondusif. Meski begitu, area sekitar musala masih dipasangi garis polisi untuk menjaga integritas lokasi kejadian.

Ia juga mengingatkan agar media dan masyarakat tidak berspekulasi berlebihan, serta menunggu hasil resmi dari penyelidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada gilirannya, temuannya tentu akan disampaikan kepada rekan-rekan media. Jadi kita tunggu saja,” tutupnya.

Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta ini menjadi perhatian nasional. Meski sempat menimbulkan kepanikan, klarifikasi dari Wamenko Polkam Lodewijk menegaskan bahwa senjata yang ditemukan bukan asli, sehingga dugaan awal tentang keterlibatan kelompok bersenjata atau aksi teror belum terbukti. Pemerintah kini menunggu hasil resmi tim forensik Polri untuk memastikan sumber dan motif di balik ledakan tersebut. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral