Disorot Kejagung, Begini Perjalanan Karier dan Kekayaan Nicke Widyawati dari Bank Duta ke Kursi Dirut Pertamina
- IST
Jakarta, tvOnenews.com – Nama Nicke Widyawati kembali menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) tersebut pada Jumat (24/10/2025).
Pemeriksaan terhadap Nicke Widyawati dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan Pertamina, Subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada periode 2018 hingga 2023.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir resmi mengganti Nicke dari jabatannya sebagai Direktur Utama Pertamina pada 4 November 2024. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), posisinya digantikan oleh Simon Aloysius Mantiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-258/MBU/11/2024 dan SK-259/MBU/11/2024.
Meski kini tengah menghadapi pemeriksaan hukum, kiprah Nicke Widyawati di dunia energi dan korporasi nasional tidak bisa diabaikan. Selama enam tahun memimpin Pertamina, Nicke dikenal sebagai sosok yang membawa berbagai pembaruan di sektor migas tanah air.
Latar Belakang dan Pendidikan
Nicke Widyawati lahir di Tasikmalaya pada 25 Desember 1967. Ia menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Tasikmalaya sebelum melanjutkan studi ke Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Teknik Industri, dan lulus pada tahun 1991.
Kecintaannya terhadap dunia bisnis mendorong Nicke melanjutkan pendidikan magister di bidang Hukum Bisnis di Universitas Padjadjaran, Bandung, yang diselesaikannya pada 2009. Kombinasi antara ilmu teknik dan hukum bisnis membuatnya dikenal memiliki kemampuan manajerial yang kuat dalam mengelola perusahaan strategis.
Awal Karier dan Perjalanan ke Dunia Energi
Karier profesional Nicke dimulai bahkan sejak ia masih kuliah, ketika bekerja di Bank Duta cabang Bandung. Setelah itu, ia bergabung dengan PT Rekayasa Industri, di mana ia terlibat dalam berbagai proyek kolaborasi dengan perusahaan besar seperti Pupuk Sriwijaya di Indonesia dan Malaysia.
Pada 2014, Nicke bergabung dengan PT PLN (Persero) sebagai Direktur Pengadaan Strategis I. Setelah tiga tahun di PLN, ia hijrah ke Pertamina pada 2017 untuk menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama menggantikan Elia Massa Manik pada April 2018.
Empat bulan kemudian, Menteri BUMN Rini Soemarno secara resmi mengangkat Nicke sebagai Direktur Utama Pertamina. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu perempuan paling berpengaruh di industri energi nasional.
Prestasi dan Pengakuan Internasional
Selama masa jabatannya, Nicke memimpin berbagai proyek strategis nasional, termasuk efisiensi rantai pasokan energi dan peningkatan kapasitas kilang minyak dalam negeri. Ia juga berperan besar dalam pembentukan holding BUMN migas yang menyatukan Pertamina dan PGN guna memperkuat efisiensi distribusi gas di Indonesia.
Pada tahun 2020, majalah Fortune menempatkan Nicke dalam daftar “Most Powerful Women International” di posisi ke-16 dari 50 tokoh wanita dunia. Penghargaan ini mengukuhkan posisinya sebagai figur penting dalam dunia bisnis global.
Kekayaan dan Gaya Hidup
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan Nicke meningkat signifikan dari Rp54,1 miliar pada 2019 menjadi Rp118,7 miliar pada 2023. Ia tercatat tidak memiliki utang, dengan aset terbesar berupa tanah dan bangunan senilai Rp55,8 miliar.
Di luar dunia korporasi, Nicke dikenal memiliki minat terhadap dunia fesyen. Penampilannya yang rapi dan elegan kerap mencuri perhatian di berbagai acara resmi. Pada 2013, Indonesia Asia Institute memberikan penghargaan atas kiprahnya dalam memberdayakan perempuan di dunia kerja.
Kini, perjalanan panjang karier Nicke Widyawati kembali diuji oleh proses hukum yang tengah berjalan. Publik menanti perkembangan terbaru dari penyelidikan Kejagung sekaligus menilai kembali jejak kontribusinya dalam membangun sektor energi nasional. (nsp)
Load more