News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkuak! Ternyata Terapis Perempuan yang Ditemukan Tewas di Pejaten Harus Bayar Denda Rp50 Juta Jika Ingin Keluar dari Tempat Kerja

Misteri kematian terapis muda yang ditemukan tewas di lahan kosong kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, mulai terkuak.
Rabu, 8 Oktober 2025 - 20:08 WIB
Misteri Kematian Terapis Delta di Pejaten
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Misteri kematian terapis muda yang ditemukan tewas di lahan kosong kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, mulai terkuak.

Korban diduga tewas saat berupaya kabur dari tempatnya bekerja, setelah mengetahui bahwa dirinya tak bisa keluar tanpa membayar denda hingga Rp50 juta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keterangan itu diungkapkan oleh kakak korban, FR (30) yang menyebut sang adik sempat ingin berhenti bekerja, namun terhalang aturan tak masuk akal dari pihak tempat kerja.

“Intinya kalau mau keluar dari kerjaan di Delta Spa harus bayar denda Rp50 juta,” ujar Fahrul, saat ditemui, Selasa (8/10).

Menurut Fahrul, adiknya yang masih berusia 14 tahun itu sebelumnya sudah dilarang bekerja jauh dari rumah.

Namun korban bersikeras ingin mandiri dan membuktikan diri bisa sukses meski hidup tanpa ibu.

“Dulu sempat banyak larangan supaya jangan kerja jauh, tapi adik saya kekeh mau kerja. Katanya mau mandiri, mau buktiin bisa kalau pun hidup tanpa ibu, Dede bisa bikin mama senang lihat Dede sukses,” tuturnya.

Keluarga awalnya mengira sang adik hanya bekerja di wilayah Indramayu, bukan di Jakarta Selatan.

“Saya kira masih di Indramayu, enggak tahu kalau sampai kerja jauh di Jakarta,” kata Fahrul.

Adapun, kasus ini kini tengah diselidiki Unit PPA Polres Metro Jakarta Selatan.

Polisi sebelumnya mengungkap korban merupakan salah satu terapis di sebuah spa di Pejaten, namun identitas resminya masih dikonfirmasi ke Dukcapil karena ada perbedaan data.

Selain menyelidiki penyebab kematian, polisi juga menelusuri adanya indikasi eksploitasi anak di bawah umur, menyusul laporan keluarga yang menyebut korban bekerja dalam tekanan dan harus membayar denda besar bila ingin berhenti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Laporan dari kakak korban itu terkait dugaan eksploitasi. Nanti akan kami dalami lebih lanjut, termasuk apakah mengarah pada tindak pidana perdagangan orang atau tidak,” kata Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu.

Sebelumnya, jasad korban ditemukan di lahan kosong tak jauh dari tempat kerjanya dengan kondisi mengenaskan pada Kamis (2/10/2025) dini hari. Diduga, korban tewas saat berusaha melarikan diri dari tempat kerja yang membebaninya dengan aturan kejam. (rpi/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral