News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wall Street Bergejolak Usai The Fed Pangkas Suku Bunga, Dow Tembus Rekor Baru

Wall Street ditutup bervariasi usai The Fed pangkas suku bunga 25 bps. Dow Jones tembus rekor, saham teknologi melemah, Powell beri sinyal hawkish 2026.
Kamis, 18 September 2025 - 07:25 WIB
Foto Dokumen: Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (17/9) waktu setempat atau Kamis (18/9/2025) dini hari waktu Indonesia. Pergerakan ini terjadi setelah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan memangkas suku bunga acuan.

Indeks S&P 500 turun tipis 0,1% ke level 6.600,35, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,3% ke 22.261,33. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average justru melesat 260,42 poin atau 0,6% hingga ditutup di 46.018,32. Bahkan, Dow sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa sebelum sesi berakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saham Teknologi Tertekan

Keputusan pemangkasan suku bunga langsung memicu aksi ambil untung pada saham teknologi besar. Raksasa seperti Nvidia, Oracle, Palantir, hingga Broadcom kompak ditutup melemah, sehingga menekan kinerja Nasdaq dan S&P 500.

Investor menilai saham-saham teknologi yang menjadi pemenang di tengah bull market sebelumnya sudah mencatat keuntungan signifikan. Oleh karena itu, keputusan The Fed dijadikan momentum untuk merealisasikan cuan.

Dow dan S&P Ditopang Saham Perbankan dan Konsumer

Sebaliknya, saham-saham yang cenderung diuntungkan dari penurunan suku bunga justru menjadi penopang pasar. Walmart, JPMorgan, dan American Express mencatatkan penguatan di sesi perdagangan, membantu mengangkat kinerja Dow Jones dan menjaga S&P dari pelemahan lebih dalam.

Sektor perbankan dan konsumsi diproyeksikan akan mendapat dorongan positif dari biaya pinjaman yang lebih rendah, sehingga aksi beli investor meningkat.

The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps

Dalam pertemuan September, The Fed resmi memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 4,00%–4,25%. Bank sentral juga memberikan sinyal akan ada dua kali pemangkasan tambahan hingga akhir tahun ini.

Namun, komentar Ketua The Fed Jerome Powell justru memicu kekecewaan pasar. Powell menegaskan bahwa langkah ini bukanlah respons terhadap inflasi, melainkan bentuk manajemen risiko jika ekonomi melambat tajam.

“Tidak ada jalur yang bebas risiko saat ini. Tidak jelas apa yang paling tepat dilakukan,” ujar Powell, dikutip CNBC International, Kamis (18/9/2025).

Proyeksi 2026 Lebih Hawkish

Selain keputusan pemangkasan, The Fed juga merilis pandangan lebih hawkish untuk tahun depan. Para pejabat bank sentral memperkirakan hanya akan ada satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026, jauh lebih lambat dari ekspektasi pasar yang mengantisipasi dua hingga tiga kali pemangkasan.

Proyeksi dot plot yang dirilis juga menunjukkan perbedaan pandangan signifikan di antara anggota The Fed, menandakan ketidakpastian arah kebijakan moneter.

Ekonom: Fed Tak Lagi Panik soal Inflasi

Menurut Christopher S. Rupkey, Kepala Ekonom FWDBONDS, langkah pemangkasan dengan besaran kecil menunjukkan The Fed tidak lagi melihat inflasi sebagai ancaman utama.

“Secara keseluruhan, pejabat Fed tidak menekan tombol panik karena mereka memilih memangkas suku bunga dengan besaran terkecil pada pertemuan September,” kata Rupkey.

Ia menambahkan, kini perhatian The Fed lebih tertuju pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, terutama akibat minimnya perekrutan tenaga kerja. Situasi tersebut dinilai lebih berisiko dibandingkan ancaman inflasi yang sudah mulai mereda.

Dampak bagi Pasar Global

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pergerakan Wall Street usai keputusan The Fed diyakini akan memengaruhi pasar global, termasuk Asia dan Eropa. Investor global kini menunggu kejelasan arah kebijakan moneter AS ke depan, mengingat The Fed masih menjadi acuan utama pasar keuangan internasional.

Jika tren pemangkasan berlanjut, pasar obligasi dan mata uang berpotensi mengalami pergeseran signifikan, sementara bursa saham akan tetap berfluktuasi mengikuti ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral