News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Awal Mula Misteri Penculikan-Pembunuhan Kacab BRI Terkuak, Ternyata Sejak Juni 2025 Rencana Keji Pelaku Sudah Dimulai, Motif Ini Jadi Alasan

Polda Metro Jaya ungkap kasus penculikan yang berujung kematian terhadap Muhammamd Ilham Pradipta (34) Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Selasa, 16 September 2025 - 15:07 WIB
Konferensi pers kasus penculikan-pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih, Selasa (16/9/2025)
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Jakarta, tvonenews.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penculikan yang berujung kematian terhadap Muhammamd Ilham Pradipta (34) Kepala Cabang (Kacab) BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Dari penyelidikan kasus kematian Kacab BRI ini, polisi mengamankan 15 tersangka yang terbagi dalam empat klaster peran berbeda, termasuk di antaranya dua oknum TNI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra menjelaskan, motif para tersangka melakukan aksi jahat ini tak lain adalah memindahkan dana dari rekening dorman (rekening tak aktif) ke rekening penampungan.

Wira mengungkap, kasus ini bermula sejak Juni 2025, ketika pelaku utama berinisial C alias K bertemu dengan tersangka DH.

“Motifnya adalah berencana melakukan pemindahan dana dari rekening dorman ke rekening penampungan yang telah disiapkan,” ungkap Kombes Wira saat konferensi pers, Senin (15/9/2025).

C diketahui memiliki data rekening dorman dari beberapa bank dan menyiapkan tim IT untuk mengeksekusi pemindahan. Namun, rencana itu memerlukan otoritas pejabat bank.

Karena upaya mendekati kepala cabang gagal, para pelaku merancang opsi penculikan dengan dua skenario, memaksa korban dengan kekerasan lalu dilepaskan, atau memaksa korban dengan kekerasan lalu dihilangkan.

Setelah serangkaian pertemuan, pada 12 Agustus 2025 diputuskan menggunakan opsi pertama terhadap korban Kacab Bank BRI Cempaka Putih.

Tim pelaku mulai menyiapkan jaringan penculik. Pada 20 Agustus 2025 sekitar pukul 15.30 WIB, korban akhirnya diculik di parkiran Lotte Mart, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Kacab BRI tersebut dipaksa masuk ke mobil Avanza putih, lalu dipindahkan ke mobil Fortuner hitam di Kemayoran.

Dalam perjalanan, korban yang dilakban dan diikat mencoba melawan, namun dianiaya hingga lemas. Karena tim penjemput yang dijanjikan tidak kunjung datang, korban akhirnya dibawa ke Serang Baru, Bekasi.

Esok harinya, 21 Agustus 2025 pukul 05.30 WIB, Polsek Cikarang menerima laporan penemuan mayat. Hasil visum sementara menunjukkan korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul di leher yang menutup saluran napas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wira mengungkap, para tersangka kasus penculikan-pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih terbagi menjadi empat klaster:

  1. Otak Perencana: C alias K, DH, AAM, dan JP yang menyusun strategi, menyiapkan tim IT, hingga mengucurkan dana operasional ratusan juta rupiah.
  2. Tim Penculikan: E, R, JRS, AT, dan EWB yang mengeksekusi penyekapan korban. Dalam kelompok ini terdapat oknum TNI.
  3. Tim Penganiayaan: JP, MU, dan DS yang berada di mobil Fortuner dan terlibat langsung hingga korban tewas.
  4. Tim Surveilans: AW, RS, AS, dan satu orang berinisial EG yang kini masuk DPO.
Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT