News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rangkaian "Teror" Diterima Mulai dari Kiriman Simbol Hati hingga Bunga Makam Diganti, Keluarga Arya Daru Minta Perlindungan, Kuasa Hukum Bakal Sambangi Mabes Polri

Rangkaian “teror” atau kejanggalan disebut-sebut diterima keluarga diplomat Arya Daru. 
Minggu, 14 September 2025 - 15:17 WIB
Arya Daru Pangayunan diplomat Kemlu yang ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Rangkaian “teror” atau kejanggalan disebut-sebut diterima keluarga diplomat Arya Daru

Arya Daru merupakan diplomat muda Kemlu yang ditemukan tewas dengan kondisi kepala terlilit lakban di kamar 105 indekosnya di Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Kelurahan Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (8/7/2025) sekitar pukul 08.10 WIB lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita mengenai kematian Arya Daru ini menjadi sorotan karena dinilai lakban tersebut dinilai janggal. 

Setelah ditangani oleh pihak berwajib, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akhirnya menyimpulkan bahwa kematian Arya Daru tanpa keterlibatan orang lain.

tvonenews

Kesimpulan tersebut disampaikan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan penyelidik dengan melibatkan beberapa ahli.

Di samping itu, pihak kepolisian juga tidak menemukan zat berbahaya dalam pemeriksaan toksikologi pada tubuh diplomat muda tersebut. 

Begitu juga Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri yang turut menyatakan tidak ada DNA dan sidik jari selain milik Arya Daru di lokasi jenazahnya ditemukan.

Di sisi lain, usai kematian Arya Daru, pihak keluarga mengaku mendapatkan “teror”. 

Oleh karena itu, keluarga Arya Daru pun mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

"Benar sudah ada permohonan perlindungan dari keluarga almarhum ADP sebanyak enam orang," ujar Wakil Ketua LPSK, Susilaningtias dikutip Minggu (14/9/2025). 

Permohonan tersebut, kata dia, diajukan keluarga Arya Daru akhir Agustus 2025. Saat ini, permohonan itu masih dalam tahap verifikasi berkas.

Bukan tanpa alasan keluarga Arya Daru meminta perlindungan. Susilaningtias mengatakan keluarga menyampaikan adanya sejumlah kejanggalan.

Mereka mengaku mendapat kiriman simbol-simbol aneh berupa gabus yang dipotong berbentuk bintang, hati hingga bunga kamboja saat acara pengajian.

"Soal kejanggalan juga disampaikan kepada LPSK mengenai ada pihak yang mengirimkan pesan melalui simbol-simbol yang tidak dipahami," ungkapnya.

Lalu, berdasarkan penuturan keluarga, bunga yang ada di makam almarhum diganti oleh pihak tak dikenal.

"Kalau soal alasan secara lebih dalam sebaiknya bisa ke kuasa hukumnya. Tetapi yang disampaikan kepada LPSK adalah harapannya dengan perlindungan LPSK dapat menguatkan keluarga bersama kuasa hukumnya untuk dapat mengungkap kematian almarhum ADP ini dengan sebenar-benarnya," ujarnya. 

Terpisah, Penasihat Hukum Keluarga Arya Daru Pangayunan, Nicholay Aprilindo, mengatakan pihaknya akan menyambangi Mabes Polri untuk memastikan jawaban dari surat yang dikirimkan untuk Kapolri. 

Selain itu, pihaknya juga akan meminta Mabes Polri mengambil alih penyelidikan lanjutan.

"Kalau surat sudah kita naikkan, sudah kita masukkan ke Kapolri tapi belum ada jawaban," kata Nicholay, Sabtu (13/9/2025).

Pihaknya juga ingin memastikan sudah sejauh mana surat untuk Kapolri itu. 

"Karena itu, rencananya tim kami akan ke sana menanyakan sejauh mana jawabannya, sampai kapan harus menunggu. Rencana Senin (15/9/2025)," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika Kapolri telah menerima surat tersebut, maka pihaknya akan meminta penanganan kasus Arya Daru diambil alih Mabes Polri. 

Pasalnya, menurut dia, penanganan kasus kematian Arya Daru oleh Polda Metro Jaya terkesan terburu-buru. (ant/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral