News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dibuat secara Gotong Royong, Sutradara Film Animasi Merah Putih One For All Akui Tak Beri Bayaran untuk Kru dan Talent

Sutradara film animasi Merah Putih: One For All, Endiarto, mengklarifikasi soal pembuatan filmnya yang dikabarkan menelan biaya hingga Rp6,7 miliar.
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 16:26 WIB
Film Merah Putih One for All
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com - Sutradara film animasi Merah Putih: One For All, Endiarto, mengklarifikasi soal pembuatan filmnya yang dikabarkan menelan biaya hingga Rp6,7 miliar.

Endiarto menepis kabar tersebut. Dia mengaku bahwa filmnya diproduksi secara gotong-royong dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi modal kami itu diawali dengan konsep gotong royong. Gotong royong itu apa? Bukan gotong royong urunan duit, tapi gotong royong urunan effort masing-masing orang yang mau berkontribusi untuk memeriahkan 17 Agustus ini," kata dia kepada tvOnenews.com, Sabtu (16/8/2025).

Endiarto menyebut bahwa seluruh kru atau talent yang terlibat didalam pembuatan film ini murni dari keinginan mereka untuk berkontribusi dalam perayaan Hari Kemerdekaan.

tvonenews

Sehingga, tidak ada uang dikeluarkan kepada mereka yang mengisi di dalam film animasi yang baru saja dirilis beberapa hari lalu.

"Dengan kata lain, tidak ada satupun dari kru, talent, siapapun yang terlibat ini mendapatkan uang secara khusus di depan. Oh kontrakmu sekian, kontrakmu sekian, enggak. Karena semuanya itu kontribusi untuk memeriahkan," jelasnya.

Ia juga tak menampik jika seandainya film ini mendapatkan keuntungan dari hasil penayangan, pihaknya akan membagikannya secara rata dan dirasakan bersama.

"Perkara nanti hasil akhir feedback dari film ini bagus, ya itu yang kita nikmati bersama, sharing bersama. Kalaupun enggak ada, kita dari awal memang tidak berorientasi ke sana," ucapnya.

Sekedar informasi, film animasi Merah Putih: One For All resmi tayang perdana mulai 15 Agustus 2025 di bioskop Tanah Air secara terbatas.

Film animasi ini dirilis dalam rangka HUT ke-80 RI.

Merah Putih One For All mengusung genre petualangan. Film ini juga menceritakan soal sekelompok anak yang mencari bendera merah putih untuk dikibarkan di desanya pada saat Hari Kemerdekaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sebelum penayangannya, cuplikan yang ditampilkan mendapatkan kritik pedas dari netizen. Mayoritas mereka mengomentari soal kualitas grafik yang kurang menarik.

Sementara itu, berdasarkan website Cinepoint jumlah penonton hingga hari ini hanya 1.136 dengan rating 2/10. (aha/nsi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral