News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Tanpa Sebab, Keluarga Pasien Beri Alasan Marah sampai Sebut "Dokter Gila" di RSUD Sekayu

Viral video keluarga pasien marah dan memaksa dokter RSUD Sekayu membuka masker hingga menyebut "Dokter Gila".
Sabtu, 16 Agustus 2025 - 09:52 WIB
Bukan Tanpa Sebab, Keluarga Pasien Beri Alasan Marah sampai Sebut "Dokter Gila" di RSUD Sekayu
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com/Sosmed X txt dari konoha

Jakarta, tvOnenews.com- Seorang anak yang sempat viral di sosial media (Sosmed) karena marah-marah terhadap seorang dokter di RSUD Sekayu. Hal ini pun menyita perhatian publik.

Bukan Tanpa Sebab, Keluarga Pasien Beri Alasan Marah sampai Sebut "Dokter Gila" di RSUD Sekayu
Sumber :
  • dok.kolase tvonenews.com/Sosmed X txt dari konoha

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Dalam video yang berjumlah empat potongan dengan durasi 1 sampai 2 menit itu, memperlihatkan keluarga pasien marah dan memaksa dokter RSUD Sekayu membuka masker hingga menyebut "Dokter Gila". 

Tak menyangka videonya jadi viral di Sosmed. Sang anak yang sudah tersulut emosi itu memberikan penjelasan. 

Perihal, alasan buatnya marah terhadap dokter yang bernama dr Syahpri Putra Wangsa di RSUD Sekayu. Anak itu bernama Putra.

Dalam video yang viral diSosmed, penjelasan anak mengaku baru tiba di Sekayu dari Jakarta untuk melihat kondisi orang tuanya. 

Diketahui, ibunya divonis diabetes komplikasi pada Jumat (8/8/2025). Ibunya juga mengalami perubahan kesehatan yang awalnya tidak sadar menjadi stabil saat dirawat.

Dokter Diintimidasi
Dokter Diintimidasi
Sumber :
  • dok.kolase tvOnenews.com/ akun x txt dari konoha

 

Setelah kondisi ibunya sadar, pada Sabtu (9/8) pihaknya diminta menunggu dokter. Namun, karena ia merasa sebagai pasien umum berharap dapat pelayanan maksimal dan layak juga cepat.

Bahkan dalam penjelasannya sata marah, dia memilih layanan VIP agar tidak menunggu lama seperti BPJS. 

"Gimana kalau kita disuruh menunggu, disuruh menunggu dokter yang Sabtu libur, Minggu libur, Seninnya tidak ada dan Selasa baru ada, apa bedanya sama BPJS dengan umum. Kasihan bagi yang BPJS, kita yang umum saja diperlakukan seperti ini," ujar Putra dikutip dari sosmed Instagram seputarkotalubuklinggau, Sabtu (16/8/2025).

Putra sebagai anak merasa dr Syahpri Putra sudah menyampaikan pesan dengan cara santun.

Kemudian, dia menanyakan terkait tindak lanjut pengambilan sampel dahak ibunya untuk mengetahui penyakitnya.

"(Padahal) sampel dahak sudah diambil Sabtu. Namun disayangkan Sabtu, Minggu, Senin (hasil belum keluar), baru bisa dilakukan Selasa. Saya emosional di situ. Kalau begini kita kan masuk VIP seharusnya dapat fasilitas lebihlah," sambung Putra sebagai anak pasien.

Sebelumnya, viral video Putra marah-marah terhadap dr Syahpri Putra yang kala itu ingin melakukan pengecekan terhadap pasien. Tak diduga justru mendapat perlakuan buruk.

Video yang viral dikutip tvonenews.com pada akun X txt dari konoha, dikutip Jumat (15/8/2025), salah seorang pria dengan secara paksa melepas masker hingga mengatakan "Dokter Gila".

"Ini tolong viral ini orang dokter, ibu saya disuruh tunggu dahak, tunggu dahak terus, katanya hasil rontgen (ronsen). Kita ini masuk ruang VIP untuk dapat pelayanan, bagus, kamu ngerti nggak, bukan sekedar suruh nungggu, kalau cuma nunggu kita bisa pakai BPJS, kita nggak mau dimainkan,seperti kamu ini. Kamu harus paham ya, jangan kesannya kaya main-main, berdalih dengan hasil rontgen menunggu air ludah, ada semua prosedur karena saya juga pernah sekolah, ngerti nggak, saya butuh tindakan yang pasti ya, bukan nunggu hasil rontgen gitu," kata pria yang videoin. 

"Ini dokter gila ini, saya sudah berpuluh tahun hidup, orang TBC harus dicek (cuma) lewat dahak," ujar pria yang merekam didiuga dari salah satu pihak keluarga pasien dari akun sosmed txt dari konoha, dikutip Jumat (15/8/2025).

Berdasarkan informasi yang berseliweran, Putra sebagai anak yang memaksa dr Syahpri Putra membuka masker menyampaikan permohonan maaf. 

Diketahui, permintaan maaf tersebut disampaikan dalam mediasi yang berlangsung di RSUD Sekayu pada Rabu (14/8/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat, Bapak, Ibu, pejabat pimpinan RSUD Sekayu, saya yang terlebih dahulu memohon maaf atas terjadinya video yang viral kemarin di hari Selasa terjadi di ruangan tempat ibu saya dirawat,” ujar perwakilan keluarga pasien diunggah oleh akun Instagram @perawat_peduli_palembang.(klw)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral