News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akhirnya Ikut Bicara, Sosok ini Bongkar Pekerjaan Arya Daru sebagai Diplomat Kemlu RI sampai Singgung soal Burn Out

Sosok ini mengungkapkan seperti apa pekerjaan yang ditangani Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) sebagai diplomat muda Kemlu RI, sehingga ia disebut Apsifor alami burn out.
Kamis, 14 Agustus 2025 - 14:23 WIB
Diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan (39) yang tewas terlakban di kamar kos
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Sosok ini membongkar bagaimana pekerjaan Arya Daru Pangayunan alias ADP (39) sebagai diplomat muda Kemlu RI.

Kasus kematian Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas dengan wajah terlilit lakban masih dinilai janggal oleh publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kematian Arya Daru mencuat sejak penjaga kos menemukan jasad diplomat muda itu di kamar indekos di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

Polda Metro Jaya sebelumnya mengungkap hasil kesimpulan kematian Arya Daru sulit terindikasi tindak pidana.

Walau mengarah pada tindakan bunuh diri, publik masih mengorek termasuk tentang kepribadian Arya Daru Pangayunan.

Anggota Asosiasi Psikologi Forensik, Ikbal dihadirkan mantan Wakil ketua KPK, Bambang Widjojanto untuk mengungkap pekerjaan diplomat muda Kemlu RI.

"Saya pernah bantu-bantu lah zaman dulu kita kuliah di Malaysia, saya di ID Card nya jadi staf perbantuan. Saya bukan (diplomat)," kata Ikbal dikutip tvOnenews.com dari kanal YouTube Bambang Widjojanto, Kamis (14/8/2025).

Anggota Asosiasi Psikologi Forensik, Ikbal jelaskan peran pekerjaan Arya Daru Pangayunan sebagai diplomat muda Kemlu RI
Anggota Asosiasi Psikologi Forensik, Ikbal jelaskan peran pekerjaan Arya Daru Pangayunan sebagai diplomat muda Kemlu RI
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Bambang Widjojanto

 

Meski begitu, ia mengakui dirinya memahami pekerjaan diplomat, termasuk di lingkungan Kemlu RI.

Pasalnya, Ikbal pernah menangani human trafficking bekerja di lingkungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

"Karena diplomat itu frontliner, berbasa-basi, bagaimana menyambut tamu protokoler. Kemudian, juga negosiasi dalam sidang, itu sikap mental harus disiapkan," jelasnya.

Ia mengatakan, pekerjaan diplomat harus ekstra bekerja keras karena berurusan dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

"Harus komunikasi apalagi ramai isu tentang human trafficking di Kamboja dan beberapa negara. Jadi, memang ini memerlukan kemahiran termasuk juga tahan banting," terangnya.

Ia menyoroti penjelasan dari Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) yang mengungkap Arya Daru mengalami burn out.

Menurut Ikbal, kasus Arya momentum terbaik bagi Kemlu RI terhadap para diplomat muda yang sedang bekerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seharusnya ini adalah momentum ketika isu burn out kesehatan mental, ini menjadi salah satu momen bagi Kemlu mengevaluasi diri," sarannya.

Ia berspekulasi Kemlu RI tidak bisa berdiam diri bagaimana bisa memproteksi para ASN dan diplomat yang melindungi WNI di luar negeri.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral