139 Rumah Terendam, Evakuasi Warga Kendari Diwarnai Hujan Deras dan Longsor
- Antara
Kendari, tvOnenews.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, selama sepekan terakhir memicu banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Akibatnya, sebanyak 150 rumah warga terdampak, dengan total 141 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.
Data dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sultra menyebutkan, dari hasil rapid assessment yang dilakukan di lapangan, 139 rumah terendam banjir dan 11 rumah tertimbun longsor.
Empat Kelurahan Terendam, Air Belum Surut
Plt Kepala Dinsos Sultra, Wawan Ariyanto, menyebutkan bahwa warga terdampak banjir tersebar di empat kelurahan, yakni:
-
Kelurahan Lepo-Lepo: 103 rumah, 103 KK
-
Kelurahan Kampung Salo: 20 rumah, 20 KK
-
Kelurahan Sanua: 14 rumah, 16 KK
-
Kelurahan Sodohoa: 2 rumah, 2 KK
“Khusus di Lepo-Lepo, ketinggian air terus bertambah. Warga sudah melakukan evakuasi mandiri dengan pendampingan petugas kami di lapangan,” kata Wawan di Kendari, Senin (30/6).
11 Rumah Tertimbun Longsor, Satu Warga Luka
Tak hanya banjir, tanah longsor juga melanda dua kelurahan:
-
Kelurahan Sanua: 9 rumah
-
Kelurahan Sodohoa: 2 rumah
Satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat longsor dan telah mendapatkan penanganan.
Warga Mengungsi ke Masjid dan Tenda Darurat
Sebagian besar warga terdampak mengungsi ke rumah kerabat, masjid, dan tenda-tenda pengungsian yang telah didirikan oleh Pemprov Sultra dan dinas terkait. Proses evakuasi dilakukan secara mandiri oleh warga dengan pendampingan Tim Tagana dan petugas sosial.
Gubernur Sultra juga telah meninjau langsung kondisi pengungsi di salah satu masjid yang menjadi tempat evakuasi warga di sekitar Kali Wanggu.
Bantuan Disalurkan, Dapur Umum dan Logistik Digelar
Wawan menambahkan bahwa Pemprov Sultra telah menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan dasar, meliputi:
-
Makanan siap saji
-
Tenda gulung
-
Perlengkapan bayi
-
Alat kebersihan
-
Selimut & kasur lipat
-
Family kit
-
Air bersih
-
Dapur umum lapangan
“Kami fokus memastikan kebutuhan dasar warga aman. Distribusi logistik terus dilakukan sambil menunggu kondisi air surut,” imbuhnya.
Situasi Belum Membaik, Waspada Potensi Banjir Susulan
Hingga hari ini, banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut, bahkan beberapa titik seperti Kelurahan Lepo-Lepo justru mengalami kenaikan debit air. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan pergerakan tanah di wilayah rawan longsor.
Load more