Ramai Dibahas soal Pendidikan Anak di Barak Militer, Psikolog UGM Beberkan Dampaknya
- istimewa - antaranews
Meski demikian, ia mendukung program pengiriman anak bermasalah ke barak yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Ia mengatakan, anak-anak remaja bermasalah itu biasanya mengalami lingkungan yang tidak stabil dan penuh konflik, sehingga barak memberikan struktur, rutinitas dan aturan yang jelas secara psikologis, memberi rasa aman, dan arah bagi mereka.
Menurutnya, pendidikan militer ala barak mampu membentuk ketahanan mental dan emosi anak, melatih mental mereka menjadi tangguh, disiplin, dan mampu menghadapi tekanan secara terkontrol. Jika dilakukan dengan pendekatan yang sehat, maka bisa mendorong perkembangan kontrol diri dan rasa tanggung jawab pada anak remaja.
“(Pendidikan barak bisa untuk) menghindari lingkungan sosial (anak remaja) yang merusak. Untuk beberapa anak, lingkungan asalnya sangat berpengaruh buruk (narkoba, kekerasan dan geng). Pendidikan barak bisa menjadi intervensi sosial yang mengganti pengaruh negatif dengan pengaruh positif, selama pendampingnya kompeten,” ujarnya.
Ia juga menyebut, pendidikan barak di barak militer ini sesuai dengan perspektif psikologis asalkan didesain secara terapeutik (memberikan terapi), terstruktur, dan humanistik.
Pendidikan anak nakal di barak militer juga bisa memberi pengalaman perbaikan mental bagi anak-anak yang mengalami gangguan perilaku dan lingkungan sosial yang merusak. Namun, Pendidikan ini tetap harus mematuhi prinsip non-kekerasan, pendampingan psikologis, dan fokus pada pengembangan karakter jangka panjang anak, bukan sekadar penundukan perilaku sesaat.
Pendidikan militer ala barak, kata Aufa, mampu menyebabkan perubahan perilaku pada anak-anak remaja yang bermasalah apabila pendidikan tersebut orientasinya membina bukan menekan. Ada jaminan mereka bisa berubah, apabila program pendidikan di barak militer ini dilaksanakan secara terstruktur, ilmiah, terkontrol, dan ada tindak lanjut jangka panjang.
Dampak negatif
Meski begitu, Konselor Psikologi Biro Psikologi Tazkia UIN Salatiga ini mengungkapkan, ada kemungkinan dampak negatif dari pendidikan militer barak yaitu anak-anak menjadi patuh karena takut, bukan karena kesadaran.
Kemudian perubahan mereka hanya bertahan di lingkungan terkontrol. Apabila mereka kembali ke lingkungan semula, mereka dikhawatirkan akan kembali ke pola karakter lama.
Load more