Tak Kalah Sangar dari Hercules, John Kei juga Punya Masa Lalu Kelam, Bolak-balik Masuk Penjara, Pertama Kali Habisi Nyawa Orang saat jadi Satpam: Saya Tebas, karena...
- tvOnenews / Antara
Ia sempat bersekolah di SMEA, namun pendidikan tak berjalan mulus karena ketidakcocokan dan keterbatasan ekonomi.
Sekolahnya pun terputus saat akan naik ke kelas dua. Ia lalu hijrah ke Surabaya dengan modal nekat. Tak punya uang, John menyusup ke kapal menuju Jawa dan bekerja sebagai pembersih kapal karena tak sanggup membeli tiket.
Setelah tinggal sementara di rumah saudaranya di Surabaya, ia akhirnya memilih menggelandang di jalanan karena merasa tidak cocok.
Tujuan akhirnya adalah Jakarta. Dengan naik kereta, ia menetap di kawasan Jatinegara dan mulai bekerja sebagai satpam di sebuah tempat hiburan malam yang ramai dikunjungi warga asing. Di sinilah titik balik kelam hidupnya dimulai.

- Antara
Rekam Jejak Kriminal John Kei hingga Kasus Pembunuhan Ayung
Pada tahun 1992, John Kei terlibat perkelahian saat bekerja sebagai security. Ia sempat dipukul dari belakang oleh salah satu pengunjung.
Merasa tidak terima, ia pulang ke rumah, mengambil parang, dan kembali ke tempat kejadian. Awalnya ia hanya berniat melukai, tapi sabetan parang justru mengenai leher lawan hingga tewas.
“Saya nggak niat bunuh, cuma mau kasih besutan. Tapi ternyata kena leher, dan dia mati,” ujar John Kei dalam wawancara tersebut.
Tak puas, John lalu mengejar kelompok lawan lainnya dan melukai beberapa orang lagi. “Ada sekitar 5 sampai 6 orang, saya potong kakinya,” tambahnya.
Saat itu ia masih berusia 22 tahun dan belum merasa menyesal. “Waktu itu saya bangga, saya merasa jago,” katanya blak-blakan.
Kasus tersebut membuatnya buron, namun John akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pada 24 Mei tahun itu.
Bahkan selama menjalani hukuman di dalam lapas pun, ia masih sering terlibat perkelahian dengan narapidana lain.
Tak berhenti di satu kasus, John Kei terseret dalam berbagai perkara hukum. Salah satu kasus paling mencolok adalah pembunuhan Tan Harry Tantono alias Ayung, pengusaha yang sempat disebut dalam pusaran kasus Hambalang.
Ayung ditemukan tewas dengan luka leher dan puluhan tusukan di Hotel Swiss-Bel, Jakarta, pada 27 Januari 2012.
Load more