Ketika Ibu dan Balita Ikut Aksi May Day 2025, Perjuangkan Fasilitas Daycare Gratis
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Jakarta, tvOnenews.com - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang digelar di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (1/5) juga diikuti buruh perempuan beserta balitanya.
Sekitar pukul 16.29 WIB, tim tvOnenews.com menemui dua orang pekerja yang sedang mendorong stroller di tengah-tengah massa aksi.
Mereka masing-masing membawa anaknya berusia balita yang duduk di atas strollernya masing-masing.
Gina Shabrina, salah satu buruh perempuan, mengatakan ikut aksi May Day bersama anaknya karena ingin memperjuangkan hak-hak ibu pekerja.
Gina datang bersama sekitar 100 ibu pekerja yang tergabung dalam Jaringan Perempuan untuk Negara Peduli Pengasuhan (Jaga Pengasuhan). Dia mengungkapkan alasannya membawa anak balita ke aksi May Day.
“Ini sebagai simbolik sebenarnya bahwa setiap perempuan yang selesai cuti melahirkan itu selalu dihadapi pada pilihan dilematis apakah dia akan melanjutkan bekerja atau dia harus berhenti bekerja,” kata Gina.
“Nah, kalau dia harus berhenti bekerja maka dia harus punya sistem pendukung yang baik, salah satunya adalah tempat menitipkan anak,” ungkapnya.
Perempuan yang berprofesi sebagai advokat itu bercerita bahwa harga fasilitas tempat penitipan anak (daycare) yang tersedia di Jakarta berkisar Rp4,5 juta sampai Rp6,5 juga atau setara Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta.
“Nah, itu adalah salah satu untuk dan akhirnya perempuan seringkali memilih untuk berhenti bekerja, dan itu berkontribusi negatif pada perusahaan maupun negara karena dia kehilangan talenta terbaik dan juga pertumbuhan ekonomi negara,” tegas Gina.
Oleh karena itu, dia bersama ibu pekerja yang lain hadir ke aksi May Day untuk memperjuangkan fasilitas daycare gratis dari pemerintah.
“Makanya salah satu tuntutan yang kami dorong adalah memenuhi hak hak pekerja perempuan salah satunya adalah Daycare gratis,” tutup Gina. (saa/dpi)
Load more