Jakarta, tvOnenews.com – Insiden mengerikan terjadi di kantor Tempo setelah menerima paket berisi kepala babi pada Rabu (19/3/2025). Kejadian ini langsung memicu reaksi publik, terutama di media sosial.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menanggapi peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa kebebasan pers harus tetap dilindungi.
“Ya, kebebasan pers kan dilindungi oleh Undang-Undang Pers ya. Jadi kalau memang ada hal yang tidak sesuai, mungkin bisa disesuaikan dengan Undang-Undang Pers,” ujar Nezar Patria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025).
Saat ditanya apakah pemerintah akan mengambil langkah tegas, Nezar mengatakan bahwa hal itu bergantung pada penyelidikan yang tengah berlangsung.
“Ya, tergantung nanti penyidikannya gimana,” katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital tetap mendukung kebebasan pers dan berharap segala bentuk konflik bisa diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku.
“Ya, kita mendukung yang namanya kebebasan pers, kita berharap kalau ada konflik bisa diselesaikan dengan Undang-Undang,” tegasnya.
Berdasarkan laporan Tempo.co, paket berisi kepala babi itu diterima oleh pihak keamanan kantor Tempo sekitar pukul 16.15 WIB pada hari Rabu.
Paket tersebut ditujukan kepada Francisca Christy Rosana alias Cica, seorang wartawan desk politik sekaligus host siniar Bocor Alus Politik.
Namun, Cica baru menerima paket tersebut keesokan harinya, Kamis (20/3/2025), sekitar pukul 15.00 WIB.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai motif pengiriman paket tersebut. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Sementara itu, insiden ini memicu kecaman luas dari berbagai pihak yang menilai bahwa kebebasan pers tidak boleh diintimidasi dengan cara-cara semacam ini. (agr/muu)
Load more