News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Sanggup Menahan Nafsu, Guru Perempuan di Grobogan Ternyata Sudah Paksa Siswa SMP Berbuat Mesum Sejak Dua Tahun Lalu

Seorang guru agama perempuan berinisial ST (35) diduga memaksa siswa SMP berinisial YS di Grobogan, Jawa Tengah hampir dua tahun lalu, sampai ketahuan warga.
Kamis, 9 Januari 2025 - 12:37 WIB
ilustrasi pelecehan seksual
Sumber :
  • pixabay

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang guru agama perempuan berinisial ST (35) diduga memaksa siswa SMP berinisial YS di Grobogan, Jawa Tengah hampir dua tahun lalu.

Sempat geger sebelumnya kabar seorang guru agama perempuan ketahuan bersetubuh dengan siswa SMP di Grobogan, Jawa tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guru agama perempuan itu disebut sudah memaksa siswa SMP muridnya berbuat mesum sejak hampir dua tahun terakhir.

Dugaan pencabulan itu kemudian diketahui kakek dan nenek yang tinggal bersama korban.

Kakek dan nenek YS lalu meminta pendampingan hukum untuk melaporkan aksi bejat yang dilakukan guru perempuan itu.

Adapun pencabulan tersebut dilakukan di rumah sang guru yang akhirnya menimbulkan kecurigaan warga sekitar.

Seorang warga bernama Nur Rohmad mengaku ia pernah melihat siswa SMP itu lewat di samping rumahnya.

Ia juga mengatakan sempat memergoki aksi bejat sang guru itu sebanyak tiga kali.

"Saya waktu itu, yang kedua kali dia melakukan di kamar mandi. Saya waktu itu mau wudhu, sholat Isya," kata Nur Rohmad, dikutip dari tayangan YouTube iNews, Kamis (9/1/2025).

Warga awalnya tak merasa curiga dan mengira siswa SMP dan gurunya hanya belajar mengaji.

Namun, kecurigaan warga mulai muncul setelah keduanya kepergok berada di kamar mandi yang sama.

Sebelumnya, pihak Polres Grobogan telah menerima laporan terkait dengan siswa SMP tersebut.

Namun, laporan yang diterima Polres Grobogan berkaitan dengan penganiayaan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Grobogan Ipda Yusuf Al Hakim menuturkan kejadian ini bermula ketika korban mengaku sering dimarahi oleh kakeknya.

Akhirnya, sang guru berinisial ST itu pun melindunginya dan meminta agar korban tinggal di rumahnya. 

"Dia curhat ke gurunya, terus si anak ibaratnya namanya murid, curhat sama gurunya, gurunya memfasilitas," kata Yusuf menjelaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suatu hari, ST harus pergi menjenguk anaknya pondok pesantren. Orang tua ST yang tinggal tak jauh dari sana mendengar suara dari dalam rumah anaknya.

Mereka mengira bahwa rumah ST dimasuki oleh maling. Namun, pada saat diperiksa muncul siswa SMP tersebut.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral