News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Berharap Kasus Vina Tuntas, Reza Indragiri Blak-blakan Sebut Skandal Itu Bukan Lagi Prioritas Tertinggi Polisi, Padahal...

Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel blak-blakan sebut kasus Vina dan Eky yang terjadi pada 2016 silam bukan lagi jadi prioritas tertinggi Polri...
Senin, 2 September 2024 - 18:55 WIB
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel.
Sumber :
  • Tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri menyebut bahwa kasus Vina dan Eky Cirebon masih jauh dari kata "tuntas".

Reza menjelaskan bahwa dirinya beberapa waktu lalu sempat mengirim pesan konstruktif melalui WhatsApp ke nomor hotline Polda Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun Polda Jabar memang beberapa waktu lalu sempat membuka nomor hotline yang diperuntukkan bagi masyarakat yang bisa memberikan informasi terkait kasus Vina.

Tak hanya itu, Reza juga mengaku sudah mengirim email ke Divisi Humas Polri.

Reza mengirim pesan berisi saran dan pertanyaan kepada polisi terkait penanganan kasus kematian Vina dan Eky.

"Kapasitas saya bertanyanya adalah sebagai anggota masyarakat dan isinya pun sesungguhnya konstruktif bagi Polri. Pertama, saya bertanya-tanya ini bagaimana kabar Sudirman? ada kabar bahwa Sudirman ini memiliki kondisi mental yang berbeda dengan orang kebanyakan, kalau memang demikian, maka perlakuan hukum terhadap Sudirman harus berbeda, agar tidak terjadi, misalnya pelanggaran terhadap hak-hak penyandang disabilitas," kata Reza dikutip Senin (2/9) dari video di akun Youtube Nusantara TV yang tayang pada Jumat (30/8).

tvonenews

"Saya bertanya sekaligus memberikan pandangan konstruktif bahwa perlakuan hukum semestinya berbeda terhadap orang yang diduga memiliki ee masalah disabilitas tertentu misalnya disabilitas mental," sambung Reza.

Reza pun meyakini bahwa pesa-pesan yang dikirimnya untuk Polda Jabar dan Divisi Humas Polri sudah terkirim.

Namun, sayangnya, Reza tidak mendapat balasan apa pun dari pesan yang dikirimnya.

"Setelah saya berkirim WhatsApp dan email ke Polda Jabar maupun ke Divisi Humas Polri, apa respons yang saya terima? nol, tidak ada, WhatsApp saya itu sudah centang dua, artinya sudah sampai di tujuan, artinya nomor hotline itu masih aktif, tapi ternyata tidak ada respons apapun," ujar Reza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Reza pun sangat menyayangkan pesan berisi pertanyaan dan pandangan konstruktifnya kepada Polda Jabar dan Humas Polri itu tidak direspons sama sekali.

Padahal, lanjut Reza, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pernah mengatakan bahwa kasus Vina harus diungkap tuntas dan transparan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral