News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sambil Saka Tatal Sumpah Pocong, Farhat Abbas Doakan Aep dapat Hidayah: Jujur Saja Kalau Memang Ada Skenario Kasus Vina

Pengacara Saka Tatal, Farhat Abbas memberikan pesan kepada Aep dan hakim kasus Vina setelah Saka Tatal menyelesaikan sumpah pocong Jumat lalu. Ia doakan agar..
Selasa, 13 Agustus 2024 - 08:04 WIB
Sambil Saka Tatal Sumpah Pocong, Farhat Abbas Doakan Aep dapat Hidayah: Jujur Saja Kalau Memang Ada Skenario Kasus Vina
Sumber :
  • Tangkapan layar - tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara Saka Tatal, Farhat Abbas memberikan pesan kepada Aep dan hakim kasus Vina setelah Saka Tatal menyelesaikan sumpah pocong Jumat lalu.

Saat ini, pihak mantan terpidana kasus Vina, Saka Tatal sedang menanti hasil sidang peninjauan kembali (PK) yang berproses di Mahkamah Agung (MA).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk meyakinkan publik bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Vina, Saka Tatal melakukan aksi sumpah pocong di Padepokan Agung Amparan Jati.

Selain menyatakan tidak terlibat kasus Vina dan Eky, Saka Tatal juga bersumpah bahwa benar mengalami penganiayaan oleh polisi kepada dirinya pada saat ditangkap tahun 2016.

Farhat Abbas yang juga kuasa hukum Saka Tatal ikut hadir di dalam sumpah pocong mantan terpidana kasus Vina itu.

Ia mengatakan, meski tak mempengaruhi hukum, namun sumpah pocong yang dilakukan Saka Tatal juga dibarengi dengan doa agar para hakim serta saksi kasus Vina mendapatkan hidayah.

Khususnya adalah Aep, yang sampai saat ini masih mendukung pernyataan Iptu Rudiana, sementara saksi lain seperti Dede dan Liga Akbar sudah mengaku memberikan kesaksian palsu.

"Sebenarnya bukan mempengaruhi (hukum), kita hanya berdoa semoga diberi hidayah semua hakimnya nanti, kemudian si Aep yang belum mengaku," kata Farhat, dalam program Fakta tvOne, dikutip Selasa (13/8/2024).

Farhat pun menantang Aep untuk juga melakukan sumpah pocong, layaknya yang dilakukan Saka Tatal.

Jika tidak, ia meminta saksi kasus Vina itu untuk minta maaf dan meluruskan kesaksiannya.

"Dia jujur saja kalau memang dia diarahkan, dan itu adalah bagian daripada skenario," kata Farhat menambahkan.

Ia juga menyinggung soal Aep yang tidak bersedia hadir di persidangan, padahal kesaksiannya sangat krusial bagi kasus pembunuhan Vina dan Eky ini.

"Masa ada seorang saksi ngomong begitu dan diiyakan polisi? Justru saksi-saksi seperti itu harus ditangkap, dipenjara, dipidana," tegas Farhat. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral