News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap! Kesaksian Terbaru Saka Tatal Soal Perbuatan Iptu Rudiana Saat Menangkap Terpidana Kasus Vina, Jutek Bongso Mengaku Baru Tahu

Kuasa hukum terpidana kasus Vina, Jutek Bongso mengungkap kesaksian baru Saka Tatal soal perbuatan Iptu Rudiana saat menangkap para terpidana pada Agustus 2016.
Selasa, 6 Agustus 2024 - 14:49 WIB
Para terpidana kasus Vina dan Iptu Rudiana.
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum terpidana kasus Vina, Jutek Bongso mengungkap kesaksian baru Saka Tatal soal perbuatan Iptu Rudiana ketika menangkap para terpidana kasus Vina pada Agustus 2016.

Kepada tvOne, Jutek awalnya menjelaskan bahwa pihaknya sejauh ini sudah membuat tiga laporan polisi yang menurutnya diduga menjadi dasar terjadinya hiruk pikuk kasus Vina dan Eky pada 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pertama, kata Jutek, pihaknya melaporkan Pasren dan Kahfi kepada polisi. Kedua, lanjut Jutek, pihaknya melaporkan saksi Aep dan Dede, serta, ketiga, pihaknya melaporkan Iptu Rudiana.

Jutek menjelaskan, dasar pihaknya melaporkan Pasren dan Kahfi, yakni berawal dari para terpidana mengaku tidur di rumah Pasren bersama Kahfi pada malam kejadian kasus Vina. 

Namun, hal itu dibantah Pasren dan Kahfi. Pengakuan Pasren dan Kahfi itu pun, kata Jutek, harus diuji.


Kuasa hukum terpidana kasus Vina, Jutek Bongso. (Foto: Istimewa)

"Keterangan peristiwa ini terjadi dari Aep dan Dede, Dede sudah mencabut keterangannya yang katanya ke Pak Rudiana sehingga timbullah LP dan proses awal peristiwa ini, Dede sudah mencabut tinggal Aep, ya kita uji," ujar Jutek.

Selanjutnya, Jutek menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan Iptu Rudiana, karena ayah Eky itu diduga melakukan penganiayaan terhadap para terpidana.

"Pak Rudiana kita laporkan oleh karena ada dugaan menurut pengakuan klien kami di awal-awal ya dari penangkapan nih dari depan SMP 11, menurut pengakuan saya juga baru tahu tadi malam dari Saka gitu kan, rupanya mereka ini sudah dipukulin gitu kan, ditangkap sampai dibawa ke Polresta Cirebon," ujar Jutek.

"Lalu timbul 11 nama dan yang lain, ah ini yang kita laporkan ada dugaan ya intimidasi, ada dugaan penganiayaan sehingga proses ini patut diragukan apalagi tidak didampingi penasihat hukum di awal dan ini menjadi novum bagi klien kami untuk kami ajukan di PK," tambah Jutek.

Jutek lalu memuji Mabes Polri yang sudah menerjunkan tim khusus untuk mengusut tuntas kasus Vina. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Selain itu, Jutek juga berterima kasih kepada Polri yang sudah langsung menindaklanjuti laporan polisi dari pihaknya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral