News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Timsus Mabes Polri Disebut Sudah Tentukan Kronologi yang Sebenarnya dari Kasus Vina, Kuasa Hukum Liga Akbar Diminta Lakukan Ini

Kuasa hukum Liga Akbar ungkap bahwa Timsus Mabes Polri sudah menentukan kronologi yang sebenarnya dari kasus kematian Vina dan Eky tahun 2016 lalu. Katanya..
Senin, 5 Agustus 2024 - 09:30 WIB
Kuasa hukum Liga Akbar, Yudia Alamsyah
Sumber :
  • Tangkapan layar - tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum Liga Akbar, Yudia Alamsyah mengatakan Timsus Mabes Polri sudah menentukan kronologi yang sebenarnya dari kasus Vina dan Eky tahun 2016 lalu.

Yudia menyebutkan, Liga Akbar sudah terus diperiksa oleh polisi untuk dimintai keterangan soal kasus Vina selama hampir satu bulan terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, Liga Akbar adalah teman dari Eky. Pada tahun 2016 ia memberikan keterangan bahwa dirinya ikut dilempari batu bersama Vina dan temannya itu oleh sekelompok geng motor.

Namun, setelah kasus Vina dan Eky kembali viral, Liga Akbar mencabut keterangannya tahun 2016 dan mengaku hanya dipaksa membuat kesaksian palsu salah satunya oleh Iptu Rudiana.

Meski dibantah oleh Iptu Rudiana, Liga Akbar sekarang tetap berani mengatakan bahwa dirinya sebenarnya tak mengalami pelemparan batu bersama Vina dan Eky.

Liga Akbar mengungkapkan bahwa sedang berada di tempat lain dan tidak mengetahui kondisi Vina dan Eky.

Kini, kuasa hukum Liga Akbar, Yudia Alamsyah menyebutkan kliennya itu sudah dimintai keterangan baru oleh Timsus Mabes Polri.

Sebelumnya, Liga Akbar memberikan keterangan kepada Polda Jabar bahwa ada empat orang yang bisa memastikan keberadaannya pada malam pembunuhan Vina dan Eky.

Namun, Yudia mengatakan Polda Jabar tidak menindaklanjuti pemeriksaan terhadap empat orang tersebut.

Saat ini, menurut Yudia Timsus Mabes Polri sudah memeriksa empat saksi lain yang disebutkan oleh Liga Akbar.

"Oleh Polda Jabar itu belum ditindaklanjuti saksi-saksi tersebut, akan tetapi oleh Timsus ini, empat orang itu sudah dimintai keterangannya,

Setelah memeriksa empat orang itu, Timsus Mabes Polri kemudian mengembangkan keterangannya.

Menurut Yudia, saat ini Timsus tersebut sudah memeriksa sekitar 27 orang teman Vina dan Eky.

Pemeriksaan terhadap 27 orang ini dilakukan untuk mendapatkan kronologi yang sebenarnya di malam kejadian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari empat ini berkembang sampai total yang dihadirkan atau dimintai keterangannya ada 20 orang lebih dan inilah yang menjadi kronologi yang sebenarnya, apa yang terjadi," tambah dia.

Bahkan, ia menuturkan bahwa saat ini Timsus Mabes Polri sudah mendapatkan kronologi yang sebenarnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral