Sidang PK Saka Tatal Berderai Air Mata, Reynaldi Bongkar Kelakuan Iptu Rudiana dan Polisi Lain: Saya Sudah Ngerasain Neraka di Penjara
- Tangkapan layar - tvOne
Sebab, saat ditangkap dan dimasukkan ke dalam mobil mereka sudah dipukuli.
"Kita nyampe di polsek waktu itu saya turun, itu sudah disuruh jalan bebek. Banyak polisi baris di situ menghadang kita," kata Reynaldi.
Cerita Reynaldi sontak membuat Farhat Abbas menangis dan sejumlah orang yang hadir turut menitikkan air mata.
"Ada yang ditendang, ada yang dipukul, ada yang diinjek. Diperlakukan udah kayak binatang lah Pak kita," lanjutnya.
Berdasarkan kesaksian Reynaldi, dirinya dan pemuda lainnya dipukuli mulai dari sore hingga sore besok harinya.
"Ada yang diinjek, ada yang dibalsem mata, semua dibalsem, mata kan nggak kelihatan Pak," kata dia.
Selama disiksa itu, ia mengatakan diminta untuk mengaku sebagai pelaku pembunuhan Vina dan Eky.
Namun, Reynaldi mengatakan dirinya terus mengatakan tidak tahu. Selama itulah ia terus-terusan dipukul.
Setelah tidak kunjung mengaku, Reynaldi akhirnya dilepaskan. Ia mengatakan, selama satu bulan harus merasakan rasa sakit yang tidak kunjung sembuh.
Bahkan, ia mengaku sampai tidak bisa berjalan karena tubuhnya yang penuh luka.
"Saya tuh masuk penjara sampai kayak di neraka, saya udah ngerasain di neraka satu itu," ujar dia.
Kali ini, air mata Reynaldi sudah tak terbendung. Ia mencoba menceritakan kisah mengerikannya sambil menangis.
Pada akhirnya, Reynaldi tidak dijadikan dihukum apapun. Beredar kabar bahwa ia digantikan oleh kakaknya yakni Eka Sandi.
Eka Sandi kini menjadi salah satu terpidana kasus Vina yang dihukum penjara seumur hidup.
Ia juga mengatakan, selama kurang lebih satu bulan harus terus melapor ke polisi.
Setiap kali melapor, ia kembali dipukui oleh polisi yang memeriksanya padahal lukanya baru saja sembuh.
"Senin Kamis itu ke situ (kantor polisi dikepret bolak-balik sama Kanit yg di situ. Saya lapor wajib, ditabok bolak-balik tapi saya baru sembuh," kata dia lagi. (iwh)
Load more