News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Andika yang Disebut Iptu Rudiana di BAP Kasus Vina? Kuasa Hukum Rivaldi Curiga Jangan-jangan Nama Fiktif

Terpidana kasus Vina, Rivaldi mengajukan peninjauan kembali (PK) untuk membuktikan dirinya tak bersalah. Kuasa hukum masih bahas soal siapa Andika yang ditulis.
Senin, 29 Juli 2024 - 13:52 WIB
Terpidana kasus Vina dan Eky, Rivaldi Aditya Wardana
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Terpidana kasus Vina, Rivaldi mengajukan peninjauan kembali (PK) menyusul Saka Tatal yang sedang berjuang untuk membersihkan namanya.

Kuasa hukum Rivaldi, Sindy Sembiring masih meyakini bahwa kliennya bukanlah Andika seperti yang disebutkan dalam BAP Iptu Rudiana tahun 2016 tentang kasus Vina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iptu Rudiana adalah pihak yang menjadi pelapor adanya dugaan kasus pembunuhan Vina dan Eky pada tahun 2016 lalu, di dalam laporannya tertulis sejumlah nama namun bukan Rivaldi.

Kuasa hukum Rivaldi, Sindy Sembiring
(Kuasa hukum terpidana kasus Vina, Rivaldi, Sindy Sembiring)

"Untuk Rivaldi, kami cukup percaya diri karena memang kami selalu bilang bahwa Rivaldi itu di dalam BAP sampai putusan itu kan Rivaldi tidak terkait dengan kasus ini karena Rivaldi ada di kasus yang lain," kata Sindy dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Senin (29/7/2024).

Sebelum 30 Agustus 2016 atau penangkapan terpidana kasus Vina, Sindy menyebut Rivaldi sudah diamankan di Polsek Utara Barat, Cirebon karena kasus penganiayaan lain.

"Di dalam BAP pun yang disebutkan oleh Bapak Rudiana itu adalah Andika, bukanlah Rivaldi," kata Sindy menjelaskan.

Bahkan sampai berjalan sidang kasus Vina nama Rivaldi selalu dibuat sebagai alias Andika.

Padahal, berdasarkan keterangan Sindy, kliennya itu tidak pernah memiliki nama alias yang disebutkan dalam sidang.

Jika ada nama alias, maka kliennya biasa dipanggil Ucil karena memiliki badan yang kecil.

Sindy pun sangat yakin bahwa pria bertato itu tidak terlibat sama sekali dengan kasus pembunuhan Vina dan Eky.

Oleh karenanya, tim kuasa hukum Rivaldi semakin percaya diri untuk kembali membela kliennya itu dari tuduhan pelaku kasus pembunuhan Vina dan Eky.

"Kami semakin pede untuk mengangkat lagi bahwa Rivaldi bukanlah Andika, dan Rivaldi tidak ada sangkut pautnya dengan kasus Vina," ujar Sindy menegaskan.

Dirinya pun mengaku tak memahami kenapa ada nama Andika disebutkan dalam BAP Iptu Rudiana.

Sindy mencurigai dua kemungkinan Iptu Rudiana menyebut nama Andika. Kemungkinan pertama yakni adanya kesalahan penyebutan nama.

Selain itu, ia juga merasa curiga jika sebenarnya nama Andika adalah sosok fiktif. 

"Pertama, salah menyebutkan nama atau memang sebenarnya bahwa Andika itu sendiri memang hanyalah nama fiktif?" kata dia menambahkan.

Ditambah lagi, Sindy menjelaskan bahwa pada saat penangkapan tujuh orang di SMP 11, Iptu Rudiana sudah menyebutkan nama-nama tersangkanya.

"Setelah adanya BAP dari yang lain dan posisi Rivaldi juga satu sel dengan yang lain, maka disebutlah untuk penyidik yang lain, 'oh itu saja namanya Andika'. Dia sendiri tidak mengenal yang mana Andika atau Rivaldi," ujar dia lagi.

Selain itu, keanehan lainnya menurut Sindy adalah tidak adanya surat penangkapan atas nama kliennya.

Dirinya sendiri mengaku bingung kenapa kliennya masih tetap diproses bahkan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sebagai pembunuh Vina dan Eky.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan bahwa pada sidang tahun 2016 sudah membuktikan bahwa Rivaldi bukanlah Andika dari segi berkas identitas resmi.

Sejumlah saksi pun sudah dibawa di sidang yang mengatakan bahwa pada 27 Agustus 2016 Rivaldi bersama dengan para saksi tersebut.

"Kami sudah membuktikan bahwa ini bukanlah Andika, yang dimaksud di dalam BAP ini adlaah Rivaldi. Tetapi memang dari awal mungkin sudah ada setting-an atau segala macam, itu tidak pernah dianggap pledoi atau pembelaan kami," kata dia lagi. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral