News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebut Polda Jabar Tidak Niat Ungkap Kasus Vina, Pengacara Pegi Setiawan: Kalau Niat Harusnya 8 Tahun Sudah Tertangkap

Pengacara Pegi Setiawan tegas memberikan kritik keras terhadap Polda Jabar yang dinilainya tidak memiliki niat untuk mengungkap kasus pembunuhan Vina dan Eky.
Jumat, 12 Juli 2024 - 15:02 WIB
Pengacara Pegi Setiawan, Toni RM singgung Polda Jabar soal kasus Vina
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni RM memberikan kritik keras terhadap kinerja Polda Jabar yang tidak kunjung mampu mengungkap kasus pembunuhan Vina dan Eky meski sudah 8 tahun berlalu.

Sebelumnya, Pegi Setiawan sudah dinyatakan terbebas dari tuduhan tersangka kasus Vina dan Eky dari putusan sidang praperadilan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di dalam sidang praperadilan Senin (8/7/2024) lalu, hakim memutus bahwa status tersangka atas nama Pegi Setiawan dinyatakan tidak sah dan harus dibatalkan demi hukum.

Meski demikian, jika suatu saat Polda Jabar berhasil menemukan bukti yang lebih kuat terkait keterlibatan Pegi Setiawan, maka pria tersebut bisa saja jadi tersangka kembali.

Terkait hal tersebut, pengacara Pegi Setiawan yakin bahwa kliennya tidak akan dijadikan tersangka kembali.

Sebab, kasus pembunuhan Vina ini sudah berjalan selama 8 tahun dan Polda Jabar belum berhasil menangkap seluruh pelakunya.

Menurut Toni, Polda Jabar tidak memiliki niat yang kuat untuk mencari pelaku pembunuhan Vina dan Eky.

"Delapan tahun harusnya dapat dong kalau niat," kata Toni, dikutip Jumat (12/7/2024).

Bahkan, ia khawatir bahwa di balik Polda Jabar yang terkesan tidak berniat mengungkap kasus ini, sebenarnya ada hal besar yang disembunyikan.

"Saya khawatir tidak niatnya itu ternyata kalau dibuka CCTV-nya pelakunya ada orang lain, saya khawatir itu," kata dia lagi.

Oleh karena itu, ia mendorong agar Kapolda Jabar bergerak langsung menuntaskan kasus pembunuhan Vina.

"Segera lakukan ini masih ada korban meninggal yang belum mendapatkan sepenuhnya keadilan, karena pelakunya belum tertangkap," ujar dia menegaskan. (iwh)

Lebih lanjut, Toni juga menegaskan bahwa bukti yang dimiliki penyidik dalam kasus pembunuhan Vina dikembalikan oleh Kejaksaan.

Hal ini dilakukan karena menurut Kejaksaan, bukti yang disampaikan penyidik tidak memenuhi syarat formil dan materil.

Oleh karenanya, ia semakin yakin bahwa menang di sidang praperadilan adalah ujung jalan keadilan bagi Pegi Setiawan.

Selanjutnya, kuli bangunan itu bisa hidup dengan tenang tanpa harus khawatir dijadikan tersangka kembali. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral