News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kuasa Hukum Pegi Setiawan Segera Temui Menkopolhukam, Bongkar Dugaan Jaringan Narkoba di Balik Kasus Vina Cirebon?

Pengacara Pegi Setiawan, Marwan Iswandi mengungkapkan dirinya akan segera menemui Menkopolhukam terkait kasus Vina Cirebon untuk bongkar dugaan jaringan narkoba
Jumat, 12 Juli 2024 - 13:49 WIB
Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Marwan Iswandi
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Ariyansyah

Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Marwan Iswandi mengungkapkan dirinya akan segera menemui Menkopolhukam Hadi Tjahjanto terkait kasus Vina Cirebon.

Hal ini ingin diungkapkan Marwan setelah kliennya, Pegi Setiawan memenangkan sidang praperadilan dan dinyatakan tidak sah sebagai tersangka kasus kematian Vina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Marwan berani bilang bahwa dirinya memiliki informasi soal dugaan jaringan narkoba di balik kasus pembunuhan Vina dan Eky tahun 2016 lalu.

"Dikhawatirkan ini Bang ya, ini dikhawatirkan, saya enggak mau memvonis dan saya ada selenting-selenting, ini ada jaringan narkoba yang cukup besar di Cirebon ini," kata Marwan, dikutip dari YouTube Abrahan Samad SPEAK UP, Jumat (12/7/2024).

Menurut purnawirawan TNI ini, pertemuan dirinya dengan Menkopolhukam akan dilaksanakan pada 22 Juli 2024 mendatang.

Di dalam pertemuan tersebut, Marwan juga berencana meminta kepada Hadi Tjahjanto untuk membentuk tim pencari fakta independen agar bisa membongkar kasus Vina lebih jelas.

"Saya akan menyampaikan ke Menkopolhukam agar menyarankan ke Presiden, ini buat tim pencari fakta yang independen. Kalau sekadar Pegi Setiawan punya saya sudah selesai Bang. Tapi saya mau kita buka ada apa perkara ini," tegas Marwan.

Ia menjelaskan, dirinya banyak mendapatkan informasi dari lapangan terkait dugaan adanya jaringan narkoba besar di wilayah pesisir Cirebon.

Bahkan, selama persidangan praperadilan pekan lalu, banyak kafe yang diduga sebagai tempat transaksi narkoba tutup dan sepi.

Menurut pengacara Pegi Setiawan ini, tim pencari fakta yang independen akan bisa mengungkap hal besar di balik kasus pembunuhan Vina.

Oleh karenanya, ia harus segera bertemu Menkopolhukam untuk membagikan informasi ini.

"Maka buatlah tim pencari fakta, nanti saya siap juga membantu. Kita secara tertutup, orang-orang yang memberi informasi saya ini nanti saya panggil," kata dia lagi.

Menurutnya, jika tim pencari fakta tidak dibuat maka kasus pembunuhan Vina tidak akan pernah terungkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu juga diungkapkan oleh informan Marwan yang tidak ia sebutkan identitasnya.

"Tolong sampaikan, buka tim pencari fakta. Kalau tidak dibuat tim pencari fakta, tidak akan terbongkar," ujar dia menegaskan. (iwh)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral