News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tegas, Pengacara Pegi Tuding Polisi Cari-cari Kesalahan dengan Lakukan Tes Psikologi dalam Pengusutan Kasus Pembunuhan Vina

Pengacara Pegi Setiawan menuding pihak polisi atau Polda Jabar sengaja mencari-cari kesalahan Pegi dengan melakukan tes psikologi terkait kasus pembunuhan Vina.
Selasa, 11 Juni 2024 - 11:31 WIB
Tegas, Pengacara Pegi Tuding Polisi Cari-cari Kesalahan dengan Lakukan Tes Psikologi dalam Pengusutan Kasus Pembunuhan Vina
Sumber :
  • tvOnenews/Ilham Ariyansyah

Jakarta, tvOnenews.com - Dilakukannya tes psikologi terhadap Pegi Setiawan terkait kasus pembunuhan Vina membuat pihak pengacara menuding polisi sengaja cari-cari kesalahan.

Hal itu diungkapkan oleh pengacara tersangka kasus Vina, Pegi Setiawan, Toni RM dalam sebuah sesi wawancara dengan TvOne, Selasa (11/6/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pegi Setiawan sebelumnya disebut polisi sebagai tersangka yang selama ini buron dalam kasus kematian Vina dan Eky tahun 2016 lalu.

Meski demikian, pihak Pegi masih membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan dua remaja asal Cirebon tersebut.

Akhir pekan lalu, Polda Jabar lalu melakukan tes psikologi terhadap Pegi dengan alasan sebagai langkah berhati-hati dalam menentukan tersangka kasus Vina dan Eky ini.

Namun, pihak pengacara kini menduga ada upaya mencari-cari kesalahan oleh polisi terhadap Pegi yang selama ini tidak mengaku terlibat pembunuhan.

"Saya akan menguatkan dulu, bahwa pemeriksaan psikologi ini cara penyidik mencari-cari target bahwa Pegi Setiawan ini pantas melakukan tindak pidana. Itu saya sepakat," kata Toni RM.

Sebab, lanjut dia, jika Pegi mengaku dirinya adalah pembunuh Vina dan Eky, maka tes semacam ini tidak akan dilakukan.

"Karena seandainya Pegi Setiawan mengakui sebagai pelaku tindak pidana, dilakukan pemeriksan psikologis atau tidak? Kayaknya tidak mungkin," kata dia lagi.

Selain itu, pihak pengacara juga mendapatkan kabar bahwa pada Rabu (12/6/2024) polisi akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap Pegi dengan uji kebohongan atau tes poligraf.

Terkait wacana tes uji kebohongan tersebut, Toni mengungkapkan dirinya masih belum yakin akan mengizinkan kliennya atau tidak.

Hingga saat ini pun belum ada undangan dari kepolisian terkait uji kebohongan terhadap Pegi tersebut.

"Kalaupun panggilan itu datang, kami sudah mendengarkan banyak masukan. Kami nanti akan mempertimbangkan kemudian memutuskan apakah kami izinkan atau menolak. Yang jelas kami lagi menunggu apakah nanti benar ada pemeriksaan tes kebohongan atau tidak," kata Toni menegaskan. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral