Cover Story One : Ada Apa dengan Vina, Setelah 8 Tahun!
- Istimewa
"Kalau ini bukan kecelakaan, ini pidana, pembunuhan, maka timbul pertanyaan apakah pembunuhnya yang sekarang sudah divonis hakim yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap adalah pembunuh sebenarnya? Atau sesuai dengan info yang beredar di media sosial bahwa pembunuh ini bukan pembunuh yang sebenarnya, termasuk DPO bukan DPO sebenarnya," tutur Susno kepada tvOne, Rabu (23/05/2024).
Susno bersyukur jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar telah menangkap satu orang DPO kasus Vina yakni Pegi alias Perong.
"Mudah-mudahan satu DPO ini tidak salah. Saya berharap betul-betul inilah orangnya," katanya.
Agar misteri pembunuhan Vina Cirebon ini kata Susno benar-benar terungkap.
"Mudah-mudahan DPO ini benar, dan mudah-mudahan tersangka yang ditangkap ini benar," tegasnya.
Menurutnya kasus Vina Cirebon ini harus jadi pelajaran besar bagi para aparat penegak hukum.
"Kalau seandainya salah pada tingkat penyidikan, ternyata tetap dihukum sampai mempunyai hukum tetap, inkracht, berarti peradilan kita tidak sedang baik-baik saja," ungkapnya.
Kuasa Hukum Ungkap Pelaku Dipaksa Mengakui Perbuatan
Belum selesai heboh fakta belum tertangkapnya pelaku pembunuh Vina yang buron. Kini Kuasa Hukum pelaku membuat pernyataan yang kontroversial.
Jogi Nainggolan, kuasa hukum lima dari delapan terpidana pembunuh Vina asal Cirebon mengungkap kejanggalan kasus tersebut. Hal itu diungkap Jogi dalam program Dua Sisi tvOne pada Kamis (16/05/2024) malam. Jogi mengatakan bahwa para kliennya tidak ada di lokasi pembunuhan Vina pada malam kejadian nahas tersebut.
"Di malam kejadian, klien kami bersama teman-temannya itu sedang berada di sebuah gang di depan rumahnya bu Nining," kata Jogi.
Lima terpidana tersebut, lanjut Jogi, lalu disuruh pindah tempat oleh Nining, karena suaranya bikin gaduh. Kelima terpidana dan teman-temannya itu kemudian pindah ke rumah Pak RT setempat.
"Semua mereka itu berjumlah kurang lebih ada sembilan orang berpindah ke rumah Pak RT, termasuk juga anaknya Pak RT, namanya Kahfi," ujar Jogi.
Jogi mengungkap, kelima kliennya itu lalu tidur hingga pagi hari di rumah Pak RT tersebut. Sementara, Vina terbunuh pada malam tersebut.
Load more