News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tolong Sadarkan Mahfud! Komentar Murka Emak-emak di Medsos: Kita Bukan Tuhan

Buntut pernyataan Mahfud MD soal dosa bagi ibu yang melahirkan anak tak berakhlak membuat emak-emak murka di media sosial X. Bahkan berharap Mahfud MD sadar
Senin, 29 Januari 2024 - 06:32 WIB
Tolong Sadarkan Mahfud! Komentar Murka Emak-emak di Medsos: Kita Bukan Tuhan
Sumber :
  • istimewa Media Sosial X

Jakarta, tvOnenews.com - Lagi ramai di media sosial (medsos) X, soal komentar murka emak-emak terhadap Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, ihwal pernyataan dosa bagi ibu yang melahirkan anak tak berakhlak. 

Komentar itu diunggah akun media sosial X @info_beragam dan juga mengunggah potongan video kritikan dari emak-emak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tolong disadari (Mahfudnya), kita bukan tuhan yang boleh menghakimi ibu yang menghadapi ketidaknyamanan saat mengandung dengan keberanian," tulis keterangan akun media sosial X @info_beragam, yang dikutip pada hari Senin (29/1/2024). 

Kemudian, dari pantauan tvOnenews, di dalam potongan video yang diunggah tersebut, Mahfud MD katakan, melahirkan anak yang tak memiliki akhlak adalah suatu dosa besar. 

"Wah Prof ternyata ngambeknya lama juga ya. Saya tak menyangka loh, kalau buntut mengatasi greenflation akan menjadi sepanjang ini," kata seorang emak-emak di dalam potongan video yang diunggah akun tersebut. 

Lanjutnya katakan, saat ada orang yang gaungkan etika, tetapi dirinya sendiri tak beretika.

"Maka saya pernah menyampaikan Prof, bahwa etika itu akan menjadi omong kosong saja. Hanya sebuah kata-kata yang dibicarakan," pungkasnya. 

"Dan ketika Prof menyangkut pautkan bahwa seorang ibu yang melahirkan anak yang tak berakhlak dan tak beretika itu dosa besar, ini sudah terlalu jauh Prof," ungkapnya. 

"Meletakan sudut pandang saya sebagai orang tua dan juga seorang ibu, kami ini para orang tua dan para ibu, tidak akan mungkin prof, untuk mengajarkan suatu hal yang buruk kepada anak-anaknya," sambungnya. 

Bahkan, dia akui, hal itu terjadi sama dengan Prof Mahfud MD. "Profesor sebagai seorang ayah, tidak akan mungkin mengajarkan suatu yang buruk kepada anak," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, suatu etika dan akhlak dari seorang anak tidak hanya dipengaruhi ajaran orang tua. Bahkan, disebutkannya banyak panutan di masyarakat yang bisa dicontoh anak-anak itu sendiri.

"Contoh saja seorang pemimpin yang dilihat seorang anak, ketika pemimpin itu tidak memiliki etika, bisa saja contoh dari pemimpin itu yang akan diambil oleh anak-anak," jelasnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral