Berebut Harta Rampasan Indra Kenz
Pengadilan juga mengembalikan uang Rp 5 miliar dari berbagai rekening Indra Kenz.
Dari berbagai aset itu, satu unit mobil Tesla dijual dengan harga jual Rp 435 juta, dipotong untuk perbaikan Rp 35 juta. Namun dana yang masuk ke PTIB hanya Rp375 juta, padahal seharusnya Rp400 juta. Aset berupa satu unit mobil Ferrari dijual Rp1,5 miliar.
Maya juga mempertanyakan aset jam tangan Rolex yang belum jelas keberadaannya.
"Ada juga penarikan dana sebesar Rp2 M dengan cara Rp1 M diambil secara cash dan Rp1 M via transfer ke rekening lawyer atas nama Nibezaro Zebua secara sepihak," ungkapnya.
Leo Chandra (Antara)
Setelah menemukan berbagai kejanggalan tersebut, para anggota dan pengurus PTIB yang baru mengadakan rapat anggota korban penipuan Binomo dan memutuskan melaporkan kepengurusan lama ke Polda Metro Jaya.
Dalam rapat anggota paguyuban korban Indra Kenz tersebut, disepakati penggantian kepengurusan lama menjadi kepengurusan baru. Ketua PTIB yang baru adalah Leo Chandra, dan Edwin Kurniawan sebagai Wakil Ketua, Eric serta Duana Pangabean sebagai Bendahara serta Shidqi Razan sebagai Sekretaris.
Pengurus Membantah Tidak Transparan
Pengacara PTIB versi Maru Nazara, Nibezaro Zebua membantah adanya tudingan tidak transparan dalam pembagian hasil penjualan aset kepada 144 korban penipuan investasi bodong aplikasi Binomo dengan afiliator Indra Kenz.
Ia menyatakan berdasarkan BA220 per tanggal 3 Agustus 2023 telah dikembalikan kepada para korban melalui paguyuban dengan ketua Maru Nazara.
"Hal tersebut sudah terlaksana dengan baik dan pada tahap pembagian pertama, kedua dan ketiga berjalan dengan lancar tidak ada yang ditutup-tutupi sama korban yang lain, semua dibagi sesuai dengan presentasi kerugian masing-masing. Jadi akhir-akhir ini terjadi permasalahan antara korban mereka menuduh pengurus Maru Nazara dan kawan-kawan melakukan penggelapan dalam jabatan dengan membuat Laporan Polisi Pasal 372, 374," katanya kepada tvOnenews, Kamis (23/11/2023).
Zebua menjabarkan tranparansi pengurus mulai dari tersedianya rekening koran hingga keterbukaan soal aset yang akan dilelang.
"Soal rekening koran kita terbuka, hanya saja karena sifatnya ada data pribadi tidak kami share di grup Whatsapp. Soal aset yang akan dijual juga kami lakukan voting dulu sebelum dijual, ini ada yang nawar harga sekian misalnya, setuju enggak?" ungkap Zebua.
Load more