Lucky Hakim Buktikan Kekayaan dari Dedengkot Al-Zaytun Panji Gumilang, Mengaku Takjub dan Berkata Begini..
- Tangkapan layar Youtube Uya Kuya TV / tvOnenews
Ia menjelaskan bahwa pada saat dirinya pertama kali datang ke Indramayu untuk kampanye dan melihat masjid yang sangat besar, yang berada di tengah-tengah sawah.
Di mana waktu itu, Lucky Hakim datang sebagai kandidat Calon Wakil Bupati Indramayu, tapi malah mendapat kabar bahwa justru suara dari Pesantren tersebut lebih contoh ke kandidat lainnya.
Setelah terpilih dan menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu pada tahun 2022, karena masih penasaran, Lucky Hakim mengirim surat dan mengaku ingin silaturahmi.
"Ingin tahu dalamnya seperti apa, disambut tuh, dari gerbang depan ke dalam itu hampir 1 KM, lihat masjid gede banget itu, kayaknya daya tampungnya lebih gede dari masjid Istiqlal deh," tuturnya.
Lalu ketika dirinya datang, ia mengaku disambut dengan baik dan ditunjukkan para santri-santri dari Ponpes Al-Zaytun, masjid hingga ruang pengajaran.
Aktor berusia 43 tahun ini mengaku heran lantaran biaya listrik dari Ponpes Al-Zaytun mencapai ratusan juta.
"Pertanian, ada lumbung padinya, ada pengelola padi, karena bayar listriknya tuh paling mahal se-Indramayu dari Al-Zaytun," ujarnya.
"Berapa itu?" tanya Uya Kuya.
"Ratusan juta, ada sekitar Rp170 juta per bulan," tutur Lucky Hakim.
"Penasaran kan, kan kita pingin lihat, terus pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) tuh paling besar di situ," tambahnya.
![]()
Lucky Hakim bercerita pada Uya Kuya soal hal-hal mencengangkan di Ponpes Al-Zaytun.
Selain itu, Lucky Hakim menuturkan bahwa melihat kapal-kapal besar yang jaraknya tak jauh dari Al-Zaytun.
"Jadi memang ini kaya banget, luar biasa banyak duit gitu dan ini uang dari mana? kan gua bukan PPATK, gua cuma nanya," terangnya.
Pada momen wawancara dengan tvOne, Lucky Hakim mengaku ada satu hal yang tidak biasa di Al-Zaytun, tidak seperti di pesantren lainnya.
Insting saya mengatakan, bahwa ada sesuatu yang berbeda. Beda itu apakah menjadi salah atau benar harus dibuktikan," ujarnya.
"Kalau berbeda jelas berbeda. Akhirnya saya tahu bahwa saya tidak pernah menemui Kepala Pesantren, apalagi di pesantrennya salam Hevenu Shalom Alechem, itu saya tidak pernah, baru kali ini," lanjutnya
Load more