News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPU Ungkap 1,5 Juta WNI di Luar Negeri Bisa Ikuti Pemilu 2024

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari mengungkap data warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri bisa mengikuti Pemilu 2024.
Minggu, 30 April 2023 - 15:49 WIB
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy'ari di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2023)
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Langgeng Puji

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua KPU, Hasyim Asy'ari mengungkap data warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri bisa mengikuti Pemilu 2024.

Menurutnya, KPU telah mendapatkan data jumlah daftar pemilih sementara (DPS) di dalam dan luar negeri sebesar 205.869.801.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebanyak 1.591.020-nya adalah pemilih luar negeri," ujar Hasyim di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2023).

Hasyim memastikan pihaknya akan memfasilitasi masyarakat yang sementara tinggal di luar negeri agar tetap bisa mendapatkan hak memilih pada Pemilu 2024.

Menurutnya, konflik di Sudan bisa menjadi contoh kepemilihan yang bisa berubah.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat agar aktif melihat daftar pemilih sementara di website KPU.

"Ada beberapa kondisi yang ingin kami sampaikan terkait dengan tata cara penggunaan cekdptonline.kpu.go.id pada beberapa kasus," jelasnya.

Dia melanjutkan kasus pertama soal masyarakat yang belum terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2024.

Menurutnya, jika identitas warga belum terdaftar, website KPU akan memberikan keterangan data keliru atau belum terdaftar.

"Masyarakat dapat menindaklanjutinya secara mandiri dengan mengklik tombol daftar dan memilih pemilih dalam negeri atau luar negeri," tambahnya.

Untuk pemilih dalam negeri, akan diminta mengisi NIK (Nomor Induk Kependudukan). Setelah itu, pemilih diminta melengkapi data secara valid.

Selain itu, Hasyim mengatakan bagi WNI yang akan memilih di luar negeri dimulai dengan memasukkan nomor paspor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, WNI yang memilih di luar negeri diminta mengisi identitas serta memilih metode pemungutan suara antara di TPS, KSK, atau pos.

"Pada situasi yang lain, ada kejadian misalnya nanti pemilih terdapat kegandaan data. Apabila pemilih atau panitia penyelenggara pemilu dalam cek DPT online menemukan kegandaan, maka harus melakukan penyesuaian diri dan tempat tinggalnya dan menghapus atau mengoreksi identitas yang tidak benar," terangnya. (lpk/ree)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT