GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rangkuman Drama Panjang Kasus Pembunuhan Brigadir J yang Buat Hakim Berikan Vonis Hukuman Mati pada Ferdy Sambo

PN Jaksel menggelar sidang putusan vonis kepada terdakwa Ferdy Sambo atas kasusus dugaan pembunuhan berencana pada Brigadir J pada hari Senin 13 (13/2/2023).
Senin, 13 Februari 2023 - 21:05 WIB
Irjen Pol Ferdy Sambo dan Istri, Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J
Sumber :
  • Kolase tvOneNews.com

Jakarta, tvOnnews.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menggelar sidang putusan vonis kepada terdakwa Ferdy Sambo atas kasus dugaan pembunuhan berencana pada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat pada hari Senin (13/2/2023).

Sidang yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB di PN Jaksel itu dipimpin langsung oleh Wahyu Iman Santoso selaku Hakim Ketua dengan agenda pembacaan vonis pada terdakwa Mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah melalui persidangan yang cukup panjang sejak pertama kali digelar pada 17 Oktober 2022 lalu, Majelis Hakim memutuskan untuk memvonis Ferdy Sambo dengan hukuman mati 

Hakim ketua, Wahyu Iman Santoso, menyatakan bahwa unsur perencanaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) telah terpenuhi.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Ferdy Sambo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," kata hakim ketua Wahyu Iman Santoso saat membacakan amar putusan di PN Jaksel, Senin (13/2/2023). 

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Ferdy Sambo hukuman mati," tambahnya.

Namun, jauh sebelum majelis hakim memvonis Fredy Sambo dengan hukuman mati, kasus dugaan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J itu mencuri perhatian dari publik ketika adanya kejanggalan terkait laporan tewasnya Brigadir J.

Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J pada saat itu dilaporkan tewas di rumah atasannya Ferdy Sambo di Duren Tiga Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022 lalu dengan narasi "Polisi tembak Polisi".

Sampai akhirnya pihak kepolisian menetapkan Ferdy Sambo beserta 5 orang lainnya yakni Putri Candrawathi, Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan supir pribadi Sambo Kuat Ma'ruf sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan pada Brigadir J. 

Berikut ini perjalanan kasus Pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang buat Ferdy Sambo divonis hukuman mati oleh majelis hakim yang berusaha tim tvOnenews.com rangkum.  

Polisi Tembak Polisi

Kasus pembunuhan berencana salah satu anggota Polri, Brigadir J di rumah dari atasannya yakni Ferdy Sambo itu bermula pada tanggal 8 Juli 2022. Dilaporkan kalau Brigadir J tewas dalam peristiwa baku tembak dengan ajudan Ferdy Sambo Lainnya yakni Richard Eliezer atau Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Brigadir J dituding melakukan pelecehan seksual kepada istri dari Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (PC) yang menjadi awal mula terjadinya baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E. 

Pihak kepolisian mengatakan kalau Brigadir J masuk kedalam kamar dari Putri Candrawathi yang merupakan istri Ferdy Sambo dan dituding melakukan pelecehan seksual.

Dikatakan juga kalau pada saat itu Bharada E yang berada di lokasi kejadian mendengar teriakan dari PC dan langsung menghampiri kamar dari PC namun dirinya disambut oleh tembakan dari Brigadir J.

Hal itulah yang disebut menjadi awal mula terjadinya baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E. Brigadir J disebut menembakkan 7 butir peluru dari pistol miliknya dan tidak satupun mengenai Bharada E. Sementara itu, Bharada E dilaporkan menembakan 5 butir peluru ke arah Brigadir J yang menewaskan Yosua.

Namun, kabar tewasnya Brigadir J baru diungkap pihak kepolisian tiga hari setelah peristiwa baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E  atau tepatnya pada Senin 11 Juli 2022.

Saat itu publik dan juga keluarga dari Brigadir J tak percaya dan mencium aroma tidak sedap dibalik kematian dari Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Publik dan juga keluarga dari Brigadir J mencium adanya kejanggalan pada kasusu tersebut setelah pihak kepolisian tidak membolehkan keluarga melihat jasad dari Brigadir J dan juga ditemukannya beberapa bekas luka yang tidak wajar di tubuhnya.

Dibentuknya Tim Khusus

Terkait dengan adanya desakan dari berbagai pihak untuk mengusut tuntas terkait kebenaran dari kasus pembunuhan Brigadir J yang menyeret nama Ferdy Sambo dan ajudannya Bharada E.

Maka dari itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus untuk mengungkap fakta terkait tewasnya Brigadir J dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah Ferdy Sambo pada 12 Juli 2022.

Seminggu setelah dibentuknya tim khusus itu, pihak kepolisian menonaktifkan Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam dimana 4 Agustus

Komnas HAM Lakukan Pemeriksaan

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pun ikut terlibat atas kasus dugaan pembunuhan yang menewaskan Brigadir J Pada 26 Juli 2022, dimana mereka memeriksa 7 ajudan Ferdy Sambo termasuk Bharada E.

Komnas HAM juga melakukan penyelidikan pada rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dimana Komnas HAM mengkonfirmasi kalau pada saat itu Ferdy Sambo, Brigadir J, Bharada E, dan putri Candrawathi berada di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Polisi lakukan otopsi ulang

Atas kecurigaan adanya kejanggalan pada luka-luka yang ditemukan di tubuh dari Brigadir J, pihak keluarga pun mendesak pihak kepolisian untuk melakukan otopsi ulang terhadap jasad Brigadir J. Akhirnya polisi pun menggelar otopsi ulang pada jenazah dari Brigadir J oleh tim dokter forensik yang berasal dari eksternal Polri.

Bharada E ditetapkan jadi tersangka

Setelah melakukan sejumlah penyelidikan terhadap dugaan kasus pembunuhan Brigadir J dengan memeriksa sejumlah saksi.Pihak kepolisian pun akhirnya menetapkan ajudan Ferdy Sambo yakni Bharada E sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

Bharada E dijerat dengan pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Dimana Polisi menduga, Richard Eliezer tidak dalam kondisi untuk membela diri saat melakukan penembakan pada Brigadir J.

Pencopotan Ferdy Sambo dan Pengakuan Bharada E

Satu hari setelah ditetapkannya Bharada E sebagai tersangka, pihak kepolisian pun memanggil Ferdy Sambo sebagai saksi dalam kasus kematian ajudannya, Brigadir J di Bareskrim Polri.

Pada momen itu juga pihak kepolisian mencopot Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri dan dimutasikan sebagai perwira tinggi Pelayanan Markas (Yanma) Polri bersama dengan 9 orang anggota Polri lainnya.

Genap satu bulan berjalannya penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Brigadir J, Bharada E yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pun memberikan sebuah pengakuan yang mengejutkan.

Bharada E mengakui kalau dirinya tidak menembak Yosua karena merespon tembakan dari Brigadir J tetapi dirinya mengungkap bahwa tidak ada baku tembak di hari kematian Brigadir J.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka

Akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2022, pihak kepolisian menetapkan Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J. Dimana pihak kepolisian mengatakan kalau Ferdy Sambo merupakan sosok yang memerintah Bharada E untuk menembak Yosua.

Bahkan Kapolri mengungkapkan kalau tidak ada baku tembak di rumah Ferdy Sambo seperti narasi yang sebelumnya beredar. Setelah itu Sambo dikatakan memerintah Bharada E untuk menembak Brigadir J.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Ferdy Sambo, ada empat nama lain yang ditetapkan sebagai tersangka lainnya yakni KM, Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Putri Candrawathi.

Keempat tersangka tersebut disangkakan dengan pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP pasal terkait pembunuhan berencana. Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun. (akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Pengakuan Mengejutkan Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik soal Koper Berisi Narkoba

Baru-baru ini eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro lontarkan pengakuan yang mengejutkan publik. Pengakuan ini terkait koper miliknya yang berisi
Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Marc Marquez Menghilang dari Prediksi Grid MotoGP 2027, The Baby Alien Resmi Cabut dari Ducati?

Spekulasi mengenai masa depan Marc Marquez kembali memanas setelah sang juara dunia MotoGP 2025 membuat prediksi mengejutkan tentang susunan pembalap musim 2027
Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Cerita Detik-detik Mengerikan Rumah Anggota DPRD Jateng Ditembak

Baru-baru ini mencuat detik-detik mengerikan rumah anggota DPRD Jateng ditembak OTK, di Desa Capgwen, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan
Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Ramaikan Rumor Transfer, Pramac Isyaratkan Reuni dengan Jorge Martin di MotoGP 2027

Pramac Yamaha ikut meramaikan rumor transfer pembalap MotoGP 2027 dengan memberikan isyarat soal potensi membawa kembali Jorge Martin dari tim Aprilia Racing.
Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Pekan Depan, AKBP Didik Bakal Jalani Sidang Kode Etik Soal Penyalahgunaan Narkotika

Mabes Polri menjadwalkan sidang kode etik terhadap Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus

Trending

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Alasan Doa Belum Dikabulkan, Kata Buya Yahya Bisa Jadi Syarat ini Belum Terpenuhi

Galau doa belum dikabulkan Allah SWT. Bisa jadi karena syarat utama ini belum terpenuhi? simak penjelasannya
Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Terungkap, Alasan Utama Polri Belum Tahan AKBP Didik Usai Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba

Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro belum dilakukan penahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika sabu
Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Bangkit dari Kekalahan Telak! Barcelona Terima Suntikan Tenaga Besar Demi Gulingkan Real Madrid di Klasemen

Pelatih Barcelona Hansi Flick memastikan Raphinha siap tampil saat timnya bertandang ke markas Girona pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke-24, Selasa (17/2/2026)
Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital

Fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik
Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Kabar Terbaru Proses Naturalisasi Ciro Alves Terungkap, Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Naturalisasi Ciro Alves dipastikan masih berjalan. Jika tuntas, penyerang Malut United berpeluang dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia pada FIFA Series.
Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Bersinar di Qatar hingga Pernah Main untuk Persija Jakarta, Gelandang Asal Aceh Ini Kok Tak Pernah Dipanggil Timnas Indonesia?

Sejak kecil dididik akademi terbaik Qatar Aspire Academy bahkan sempat main untuk Persija Jakarta, gelandang asal Aceh ini tak pernah masuk Timnas Indonesia.
Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026, Minggu 15 Februari: Pertaruhan Megawati Hangestri Cs, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Popsivo Polwan

Jadwal Proliga 2026 hari ini akan diramaikan dengan sejumlah laga seru, termasuk Megawati Hangestri dan kawan-kawan siap unjuk gigi saat Jakarta Pertamina Enduro hadapi Jakarta Popsivo Polwan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT