News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Perang Rusia-Ukraina Tak Kunjung Usai, Ini Penjelasan Pakar Geostrategi

Tujuan Rusia  mengembalikan supremasi Rusia di Eropa Timur khususnya negara-negara pecahan Uni Soviet ini bukan untuk menghancurkan dominasi Amerika Serikat melainkan untuk menjaga adanya perimbangan kekuatan dunia.
Minggu, 29 Mei 2022 - 10:14 WIB
Ilustrasi perang Rusia vs Ukraina
Sumber :
  • tim tvOne - Sandi Irwanto

Surabaya, Jawa Timur - Sudah lebih dari tiga bulan perang Rusia-Ukraina masih berlanjut dan belum menemukan titik terang. Jika dikaji secara geostrategis, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Hubungan Internasional Universitas Airlangga (Unair), I Gede Wahyu Wicaksana menilai bahwa hal ini disebabkan karena keinginan kuat Rusia untuk tetap mempertahankan wilayah tradisionalnya guna membuat adanya ekuilibrium kekuatan dan rezim survival.

“Rusia melakukan low intensity war. Ini artinya hanya menyerang di beberapa bagian untuk melumpuhkan beberapa sektor tertentu. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan rezim, menguasai negara, mengokupasi, atau menjajah,” ungkap dosen yang akrab disapa Wahyu ini, Minggu (29/5/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Wahyu, low intensity war yang dilakukan Rusia kepada Ukraina ini ditujukan untuk mengembalikan supremasi Rusia di Eropa Timur, khususnya negara-negara pecahan Uni Soviet termasuk Ukraina karena wilayah tersebut merupakan wilayah tradisional Rusia. Tentu hal ini ditujukan guna menjamin keamanan wilayah Rusia itu sendiri.

Ekuilibrium Kekuatan

Menurut Wahyu, tujuan Rusia  mengembalikan supremasi Rusia di Eropa Timur khususnya negara-negara pecahan Uni Soviet ini bukan untuk menghancurkan dominasi Amerika Serikat melainkan untuk menjaga adanya perimbangan kekuatan dunia.

“Rusia ingin eksis berdampingan. Amerika Serikat boleh tinggal di Amerika Barat, Amerika Latin, atau boleh di manapun. Akan tetapi Rusia juga punya wilayah, jadi punya kavlingnya masing-masing. Kalau kavlingan wilayah yang secara tradisional adalah milik Rusia kemudian diganggu, jelas Rusia akan bereaksi,” terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Wahyu juga menilai bahwa pecahnya perang Rusia-Ukraina hingga berlarut-larut disebabkan adanya sindrom negara superpower. “Amerika Serikat sudah tambah satu, dia ingin satu setengah, sudah satu setengah dia ingin dua, dan seterusnya. Itulah mengapa berbagai negara termasuk Rusia ingin menggeser perimbangan kekuasaan dunia yang sebelumnya sangat sangat condong ke Amerika,” terang Wahyu.

 “Presiden Rusia, Vladimir Putin, selama tujuh belas tahun memerintah menghadapi oposisi yang di mana oposisi digerakkan oleh kekuatan Barat,” jelas Wahyu. Hal inilah juga yang membuat low intensity war dilakukan oleh Rusia kepada Ukraina untuk melindungi rezim yang ada atau yang secara konseptual dikenal dengan sebutan rezim survival. (msi/ito)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT