News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Krisis Minyak Global, Korea Selatan Terapkan Ganjil-Genap Kendaraan Pemerintah Mulai 8 April

Korea Selatan terapkan ganjil-genap kendaraan pemerintah mulai 8 April 2026 untuk tekan konsumsi minyak di tengah krisis energi global.
Kamis, 2 April 2026 - 10:57 WIB
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Sumber :
  • Dokumentasi BPMI Istana Negara

Korea Selatan, tvOnenews.com - Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah tegas di tengah krisis bahan bakar global dengan menerapkan kebijakan pembatasan kendaraan sistem ganjil-genap. Kebijakan ini khusus diberlakukan untuk kendaraan pemerintah sebagai upaya menekan konsumsi minyak yang semakin tertekan akibat konflik di Timur Tengah.

Langkah ini diumumkan setelah meningkatnya level kewaspadaan krisis pasokan energi di negara tersebut, yang kini memasuki tahap lebih serius.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ganjil-Genap Berlaku Mulai 8 April

Kebijakan ganjil-genap kendaraan pemerintah di Korea Selatan akan mulai diterapkan pada 8 April 2026. Aturan ini memberikan jeda waktu selama enam hari sejak peningkatan status krisis energi, agar instansi dan masyarakat dapat melakukan penyesuaian.

Dalam aturan tersebut:

  • Kendaraan dengan pelat nomor akhir ganjil hanya boleh digunakan pada tanggal ganjil

  • Kendaraan dengan pelat nomor akhir genap hanya boleh digunakan pada tanggal genap

Pembatasan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengurangi mobilitas kendaraan berbahan bakar minyak di tengah tekanan pasokan energi global.

Kendaraan Listrik dan Kelompok Khusus Dikecualikan

Tidak semua kendaraan terkena aturan ini. Pemerintah Korea Selatan memberikan pengecualian terhadap beberapa kategori kendaraan, antara lain:

  • Kendaraan listrik

  • Kendaraan berbahan bakar hidrogen

  • Kendaraan untuk penyandang disabilitas

  • Kendaraan yang digunakan oleh perempuan hamil

Secara keseluruhan, kendaraan yang dikecualikan ini mencakup sekitar 25 persen dari total kendaraan yang ada.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah tetap menjaga aksesibilitas dan mendukung penggunaan energi ramah lingkungan.

Sektor Swasta Bersifat Sukarela

Berbeda dengan kendaraan pemerintah yang wajib mengikuti aturan, sektor swasta hanya dianjurkan untuk berpartisipasi secara sukarela dalam sistem pembatasan ini.

Namun demikian, pemerintah tetap memberikan pembatasan tidak langsung melalui pengelolaan fasilitas publik.

Pembatasan Parkir di Area Pemerintah:

  • Kendaraan tertentu tidak diperbolehkan parkir di area publik pada hari tertentu

  • Contoh: pelat nomor berakhiran 1 atau 6 dilarang parkir pada hari Senin

Kebijakan ini diharapkan mendorong kepatuhan tanpa harus menerapkan aturan wajib secara langsung ke sektor swasta.

Target Penghematan Minyak Hingga 37,5 Persen

Kementerian terkait memperkirakan kebijakan ini dapat mengurangi konsumsi minyak secara signifikan.

Estimasi dampaknya:

  • Pengurangan konsumsi minyak hingga 37,5 persen

  • Setara dengan penghematan sekitar 17.000 hingga 87.000 barel per bulan

Angka ini menjadi krusial di tengah tekanan pasokan minyak global yang semakin ketat.

Kebijakan Diperketat Seiring Naiknya Status Krisis Energi

Sebelum penerapan sistem ganjil-genap, pemerintah Korea Selatan sebenarnya telah lebih dulu memberlakukan pembatasan penggunaan kendaraan dinas.

Sejak 24 Maret 2026, kendaraan pemerintah dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan angka terakhir pelat nomor, dengan larangan operasional pada hari kerja tertentu.

Namun, dengan meningkatnya tekanan krisis energi, kebijakan tersebut kini diperketat menjadi sistem ganjil-genap yang lebih luas.

Status Krisis Energi Naik ke Level 3

Pemerintah Korea Selatan resmi menaikkan tingkat kewaspadaan krisis keamanan pasokan minyak dari Level 2 menjadi Level 3 pada 2 April 2026.

Level ini merupakan tahap ketiga dari total empat tingkat krisis, yang menandakan kondisi pasokan energi berada dalam tekanan serius.

Kenaikan status ini menjadi dasar utama diberlakukannya kebijakan pembatasan kendaraan secara lebih ketat.

Dampak Konflik Timur Tengah Picu Krisis Minyak

Krisis bahan bakar yang dialami Korea Selatan tidak terlepas dari eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Serangan yang terjadi sejak akhir Februari memicu ketegangan besar dan berdampak langsung pada jalur distribusi energi global.

Salah satu dampak paling signifikan adalah terganggunya Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia.

Sekitar 70 persen impor minyak Korea Selatan bergantung pada jalur tersebut, sehingga gangguan distribusi langsung memengaruhi ketersediaan energi di dalam negeri.

Harga Minyak Global Naik, Pasokan Tertekan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Blokade de facto di Selat Hormuz menyebabkan terganggunya ekspor dan produksi minyak dari kawasan Teluk Persia. Kondisi ini mendorong lonjakan harga minyak dunia sekaligus memperketat pasokan.

Bagi Korea Selatan yang sangat bergantung pada impor energi, situasi ini menjadi ancaman serius terhadap stabilitas ekonomi dan kebutuhan domestik. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral