News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Syahid Diserang AS-Israel Disebut Punya Keturunan Nabi Muhammad SAW?

Mengupas desas-desus silsilah keluarga mendiang Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang dirudal AS-Israel dianggap cucu ke-38 Nabi Muhammad SAW.
Selasa, 3 Maret 2026 - 20:34 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • ANTARA/Andolu Ajansi/pri

Jakarta, tvOnenews.com - Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei dikonfirmasi telah meninggal dunia. Ia syahid setelah terbunuh dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Ayatollah Ali Khamenei gugur di kantornya, Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Kabar ini langsung disampaikan Presiden AS, Donald Trump melalui platform Truth Social.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Khamanei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah telah mati," tulis Donald Trump dikutip dari Truth Social diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan informasi dari siaran televisi nasional Iran, Presenter TV Iran mengabarkan, Ali Khamenei telah syahid di Bulan Suci Ramadhan.

Dilansir dari New York Times, melalui citra satelit dari Airbus Defence and Space, bangunan utama di kompleks Ali Khamenei terlihat hancur lebur pasca diserang Israel dan AS melalui udara.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) terus membombardir beberapa wilayah Israel, termasuk Tel Aviv hingga Yerusalem. IRGC juga menggempur pangkalan militer AS di sejumlah negara Timur Tengah.

Kabar Ali Khamenei gugur menghebohkan dunia internasional. Tak sedikit publik ingin mengetahui profil lengkap hingga silsilah keluarga Pemimpin Tertinggi Iran.

Profil Ayatollah Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran

Seorang perempuan memegang foto Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Enghelab Square, Teheran, Iran, Minggu (1/3/2026), setelah ia dilaporkan tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat.
Seorang perempuan memegang foto Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Enghelab Square, Teheran, Iran, Minggu (1/3/2026), setelah ia dilaporkan tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat.
Sumber :
  • Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Ayatollah Ali Khamenei merupakan Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989. Jabatannya setelah menggantikan pendiri revolusi, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Ali Khamenei lahir di Mashhad pada 19 April 1939. Sejak usia 11 tahun, Khamenei memiliki pemikiran yang kuat. Ia menjadi penentang sekaligus simbol perlawanan rezim Shah yang menguasai Iran.

Ia kerap kali menyimak pidato dari Nawwab Safavi. Dari sinilah, pergerakannya semakin menggila terhadap kebijakan Shah yang disebut anti Islam.

Ia bergabung bersama pendukung Ruhollah Khomeini sejak 1962. Ali Khamenei aktif bergerak dari bawah tanah selama 16 tahun. Pergerakan ini sebagai perlawanan terhadap pemerintahan Shah.

Ia kenyang dengan masa lalunya pasca terlibat dalam politik. Ia beberapa kali ditangkap hingga mendekap dalam penjara, termasuk pernah merasakan di Penjara Gabungan Polisi-SAVAK di Teheran.

Setelah Revolusi Islam pada 1979, Ali Khamenei memiliki peran penting dalam revolusi di Iran. Meski pencetusnya adalah Khomeini, Khamenei dianggap sebagai sosok pembangun fondasi negara Iran versi modern.

Dilansir dari The Conversation, Ali Khamenei mempunyai kharismatik kekuasaan yang lebih absolut ketimbang para pendahulunya. Tak ayal, ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran pada 1981-1989.

Kemudian, Ali Khamenei resmi menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi pada 1989. Itu terjadi setelah Khomeini jatuh sakit dan wafat pada Juni 1989.

Ali Khamenei dikenal sebagai Pemimpin Tertinggi yang paling lantang dan dipengaruhi oleh kebencian mendalam terhadap AS. Ia bahkan dijuluki sebagai "Setan Besar".

Merujuk dari laporan New York Times, Khamenei sempat menyetujui kesepakatan nuklir pada 2015. Seiringnya waktu, kepercayaan Khamenei hancur total terhadap Barat akibat AS menarik diri tanpa alasan pada 2018.

Benarkah Mendiang Ayatollah Ali Khamenei Cucu Rasulullah SAW?

Di balik itu, Ali Khamenei dianggap sebagai cucu ke-18 Nabi Muhammad SAW. Statusnya di keluarga, Ali Khamenei sebagai putra kedua dari Sayyed Jawad Husseini Khamenei dan Khadijeh Mirdamadi.

Ayah Ali Khamenei dikenal sebagai ulama Syiah Iran dikenal hidup sederhana. Merujuk dari laporan Khamenei.jr, tak heran Khamenei juga memiliki hidup sederhana.

Contoh kehidupan sederhana Ali Khamenei memiliki kebiasaan menyantap roti dan kismis.

Dilansir dari Shiite News, Ali Khamenei dikenal sebagai sosok keturunan bangsawan. Gelar keluarganya bernama "Sayyid" sebagai tanda Ali Khamenei menjadi bagian cucu ke-18 Nabi Muhammad SAW.

Gelar kehormatan Sayyid tidak sembarangan di Iran. Penyebutan ini dianggap sebagai keturunan dari Hasan dan Husain, cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW, anak dari putrinya Fatimah az-Zahra.

Tak heran, Ali Khamenei memiliki keluarga yang beruntung. Ia berasal dari keluarga Azeri Sayyid Iran.

Kakek dari Seyed Javad Khamenei, ayah Ali Khamenei bernama Sayyid Hussein Khamenei. Menariknya, ayah dari Sayyid Hussein Khamenei memiliki nama Sayyid Mohammad Husseini Tafreshi atau Sayyid Tafreshi.

Sementara, Sayyid Tafreshi merupakan anak dari Sayyid Ahmad. Ia pun berstatus sebagai cucu dari Imam Sajjad.

Adapun garis keturunan Khadijeh Mirdamadi, ibu dari Ali Khamenei memiliki gelar terhormat. Ibu kandungnya berasal dari anggota keluarga filsuf tersohor di zaman Safawi bernama Mirdamad.

Kakek dari Khadijeh Mirdamadi bernama Ayatollah Sayyid Hashem Najafabadi Mirdamadi. Sosoknya dikenal sebagai murid ahli di bidang Al-Quran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Latar belakang hingga silsilah keluarga inilah menjadi pemicu Ali Khamenei menyandang status kehormatan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah Khomeini. Sayangnya hidupnya harus berakhir syahid sehingga Iran kini belum memiliki sosok pemimpin yang pasti.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral