News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Perlu Lagi Keluar Bekasi, Dini dan Arief Pilih Tinggal di Summarecon yang Manjakan Penghuni dengan Konsep "Integrated Ecosystem"

Memasuki usia ke-16 tahun, kawasan Summarecon sukses memulihkan nama baik Bekasi dengan bertransformasi menjadi pusat hunian premium dan destinasi bisnis berkelas dunia.
Kamis, 9 April 2026 - 05:50 WIB
Kawasan Summarecon Bekasi.
Sumber :
  • Dokumentasi Summarecon Bekasi

Jakarta, tvOnenews.com - Dahulu, Kota Bekasi kerap menjadi sasaran hujatan netizen hingga dijuluki sebagai "Planet Bekasi". 

Stigma ini muncul karena isu kemacetan yang kronis, tingkat polusi yang tinggi, hingga infrastruktur jalan yang rusak. Namun, sejak kehadiran Summarecon Bekasi pada 10 Maret 2010, wajah kota ini mulai berubah drastis. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memasuki usia ke-16 tahun, kawasan ini sukses memulihkan nama baik Bekasi dengan bertransformasi menjadi pusat hunian premium dan destinasi bisnis berkelas dunia.

Keberhasilan ini dirasakan langsung oleh para penghuninya, salah satunya Arief Putih Prabowo (28), penghuni Apartemen Springlake Tower Caldesia. 

Arief mengaku keputusannya memilih Summarecon Bekasi didasari oleh lokasi strategis dan konsep integrated township. Menurutnya, kemudahan akses menuju pusat Kota Bekasi maupun Jakarta berkat Flyover KH Noer Ali sangat membantu efisiensi mobilitasnya.

“Saya memilih hunian di kawasan Summarecon Bekasi karena beberapa pertimbangan utama yang sangat mendukung kebutuhan hidup saya dan keluarga,” ujar Arief. 


Apartemen Springlake Summarecon Bekasi. (Foto: Dokumentasi Summarecon Bekasi)

Ia menambahkan bahwa efektivitas ekosistem terpadu sangat membantu aktivitasnya sehari-hari. 

“Konsep integrated ecosystem ini bukan hanya memudahkan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup secara menyeluruh,” tambahnya.

Senada dengan Arief, Dini Aulia Rahmah (28), yang juga menghuni Tower Caldesia, merasa Summarecon Bekasi telah menghadirkan standar baru bagi kehidupan masyarakat kota. 

Baginya, kawasan ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ekosistem yang mendukung produktivitas.

“Peran ekosistem Summarecon Bekasi sangat besar dalam mendukung produktivitas saya. Kehadiran pusat komersial, coworking space, fasilitas transportasi, serta area hunian yang tertata membuat saya bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus sering keluar dari Bekasi,” kata Dini. 

Ia juga menyoroti bagaimana ruang terbuka di sana menjadi wadah interaksi yang suportif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya memanfaatkan ruang terbuka di Summarecon Bekasi sebagai tempat untuk benar-benar terhubung dengan orang lain. Mulai dari rutin jogging pagi sambil bertegur sapa dengan para penghuni, semuanya membuat interaksi terasa spontan dan menyenangkan,” jelasnya.

Perjalanan 16 tahun Summarecon Bekasi memang penuh prestasi. Dimulai dengan pemancangan simbolis oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Ahmad Heryawan, proyek ini berkembang pesat. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral