News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tren Medical Tourism Kian Dilirik Pasien untuk Layanan Kesehatan Modern, Jadi Cermin Kualitas Kesehatan?

Faktor utama yang mendorong medical tourism adalah waktu tunggu layanan, biaya medis, kemudahan akses, serta rasa aman pasien terhadap sistem kesehatan negara
Jumat, 26 Desember 2025 - 23:17 WIB
Ilustrasi Tren Medical Tourism Kian Dilirik Pasien untuk Layanan Kesehatan Modern, Jadi Cermin Kualitas Kesehatan?
Sumber :
  • Istockphoto

Layanan Terintegrasi dan Pengalaman Pasien

International Lounge berfungsi sebagai one-stop centre yang membantu pasien Indonesia mengatur jadwal konsultasi dokter, akomodasi, tiket perjalanan, hingga transportasi dari bandara atau pelabuhan. Setelah pasien kembali ke Indonesia, dukungan administratif seperti pengurusan laporan medis tetap diberikan agar kesinambungan perawatan terjaga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendekatan ini mencerminkan standar layanan medical tourism di negara maju, di mana aspek non-medis, seperti kenyamanan keluarga pendamping dan kejelasan alur layanan, menjadi bagian penting dari proses penyembuhan. 

Ruang tunggu yang nyaman dan pendampingan personal membantu pasien merasa lebih tenang selama menjalani perawatan. 

Data menunjukkan tren yang signifikan. Sejak 2022, lebih dari 20.000 pasien Indonesia tercatat mendapatkan perawatan, dan pada 2025 terjadi peningkatan kunjungan hingga 66 persen, mencerminkan kepercayaan yang terus tumbuh terhadap layanan kesehatan.

“Ketika seseorang bepergian untuk berobat, yang dicari bukan hanya dokter, tetapi juga ketenangan pikiran,” ujar Sipika Singh, Deputy Chief Executive Officer Rumah Sakit Gleneagles Johor. “Kami berterima kasih atas kepercayaan pasien Indonesia, dan kami berkomitmen memberikan perhatian dan pelayanan terbaik agar mereka dan keluarga dapat fokus pada pemulihan dengan rasa aman.”

Perspektif Indonesia: Tantangan dan Dampak Medical Tourism

Dari sudut pandang sistem kesehatan Indonesia, meningkatnya arus pasien ke luar negeri menghadirkan dua sisi. Di satu sisi, medical tourism menjadi indikator bahwa sebagian masyarakat masih mencari alternatif layanan kesehatan yang dianggap lebih cepat, terstruktur, atau spesifik untuk kasus tertentu. 

Hal ini sering berkaitan dengan keterbatasan layanan subspesialis, waktu tunggu, atau distribusi fasilitas kesehatan yang belum merata.

Namun di sisi lain, tren ini juga menjadi cermin sekaligus pemicu perbaikan. Kementerian Kesehatan RI dalam beberapa tahun terakhir mendorong penguatan rumah sakit rujukan nasional, pengembangan layanan unggulan, serta transformasi sistem kesehatan agar pasien tidak selalu harus berobat ke luar negeri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Benchmark terhadap negara tujuan medical tourism memberikan pembelajaran penting, mulai dari manajemen pasien internasional, integrasi layanan, hingga pendekatan human-centered care.

Medical Tourism sebagai Cermin Kualitas Layanan

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral