News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Banjir dan Longsor di Aceh Meluas, Begini Cara Efektif Menanggulangi Bencana Menurut Ahli dan Respons Cepat di Lapangan

Penanggulangan bencana, khususnya banjir dan longsor seperti yang melanda Aceh, membutuhkan kesiapsiagaan menyeluruh mulai dari mitigasi, respons cepat
Kamis, 11 Desember 2025 - 22:58 WIB
Ilustrasi Banjir dan Longsor di Aceh Meluas, Begini Cara Efektif Menanggulangi Bencana Menurut Ahli dan Respons Cepat di Lapangan
Sumber :
  • Istockphoto

tvOnenews.com - Penanggulangan bencana, khususnya banjir dan longsor seperti yang melanda Aceh, membutuhkan kesiapsiagaan menyeluruh mulai dari mitigasi, respons cepat, hingga pemulihan awal.

BNPB menekankan bahwa upaya mitigasi tak hanya bergantung pada infrastruktur fisik seperti penguatan tebing sungai dan perbaikan drainase, tetapi juga edukasi masyarakat, pemetaan risiko, serta kesiapan sistem peringatan dini. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Aceh, curah hujan ekstrem yang memicu meluapnya sungai dan pergeseran tanah memperlihatkan betapa pentingnya kolaborasi semua pihak, relawan, pemerintah daerah, dan warga, untuk bergerak cepat melakukan evakuasi, distribusi logistik, dan memastikan wilayah terisolasi tetap mendapatkan bantuan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa langkah paling penting dalam menanggulangi banjir adalah pencegahan berbasis mitigasi struktural dan non-struktural, mulai dari penguatan daerah resapan, perbaikan drainase, hingga sistem peringatan dini. 

Contoh implementasinya dapat dilihat pada program pengurangan risiko bencana di beberapa wilayah rawan yang mengintegrasikan pemetaan kawasan sungai serta edukasi warga.

Selain pencegahan, keberhasilan penanggulangan banjir ditentukan oleh respons cepat di lokasi terdampak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin merilis peringatan dini cuaca ekstrem agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat bergerak lebih cepat dalam mengevakuasi warga. 

BMKG menyebut, peningkatan curah hujan ekstrem dalam tiga tahun terakhir menjadi alasan mengapa kesiapsiagaan harus dilakukan sejak jauh hari.

Di lapangan, strategi penanganan bencana juga mencakup evakuasi, distribusi logistik darurat, komunikasi, posko kesehatan, serta pemulihan awal bagi masyarakat yang terdampak. 

Sejumlah lembaga kemanusiaan dan relawan di Indonesia pun kerap bergerak sejak hari pertama bencana terjadi, terutama pada banjir besar seperti yang melanda Aceh pada akhir tahun ini. 

Pendekatan yang cepat dan terkoordinasi terbukti mampu mempercepat pemulihan, mengurangi jumlah korban, serta memastikan bantuan tepat sasaran.

Melansir dari berbagai sumber, ACF sudah bergerak sejak hari pertama banjir dan longsor melanda Aceh. Mereka langsung turun ke wilayah terdampak tanpa menunggu kondisi stabil, dengan prioritas pada evakuasi warga dan distribusi logistik darurat. 

“Di lapangan, tim masuk langsung ke kecamatan dan desa-desa terdampak untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima warga,” ujar Founder Atjeh Connection Foundation (ACF), Amir Faisal Nek Muhammad.

Langkah awal dilakukan dengan mendirikan posko bantuan serta menyalurkan lebih dari 2 ton logistik darurat yang dikirim dari Jakarta ke Lhokseumawe menggunakan pesawat Hercules. 

Cara ini dipilih untuk mempercepat pengiriman logistik ke daerah-daerah yang terisolasi dan sulit dijangkau jalur darat. Relawan ACF menyebar ke berbagai titik terdampak seperti Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Salah satu medan tersulit terjadi di Kecamatan Peunaron, Aceh Timur, di mana akses Peureulak–Lokop lumpuh total. Relawan harus menempuh jalur ekstrem di kawasan Gunung Putoh sebelum akhirnya tiba di lokasi. 

Sementara di Aceh Tamiang, mereka menemukan warga kesulitan mendapatkan logistik pangan. Karena itu, distribusi dilakukan melalui dua rute, yakni dari Medan dan Aceh Timur, agar bantuan tiba lebih cepat.

Di banyak titik yang mengalami gangguan jaringan, ACF juga menghadirkan perangkat komunikasi berbasis satelit untuk memudahkan koordinasi, pelaporan, serta komunikasi warga. 

Selain logistik makanan, air bersih, serta perlengkapan darurat, lembaga tersebut membangun posko bantuan, dapur umum, dan posko kesehatan. Layanan kesehatan meliputi obat-obatan, pemeriksaan umum, serta bantuan medis awal.

Pada hari ke-13 pascabencana pun, tim masih berusaha menembus wilayah yang belum terjangkau bantuan. “Masih banyak masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, terutama makanan. Hari ini kami berpacu dengan waktu,” kata Amir Faisal. 

Mereka juga membeli logistik dari toko-toko lokal agar roda ekonomi masyarakat tetap berputar. Rencana selanjutnya meliputi penambahan posko kesehatan, dapur umum, tim trauma healing, hingga pembangunan sumur air bersih di titik yang membutuhkan.

Atjeh Connection Foundation memiliki rekam jejak panjang dalam penanganan bencana nasional, termasuk Gempa Lombok 2018, gempa dan tsunami Palu-Donggala 2018, tsunami Banten 2018, banjir Bogor 2019, hingga berbagai respons sosial selama pandemi Covid-19. Lembaga ini juga menjalankan program-program sosial berkelanjutan seperti pembagian makan siang gratis dan beasiswa pendidikan. 

“Setiap bencana bukan hanya soal bantuan, tapi soal kehadiran. Kami bergerak karena masyarakat butuh, bukan karena sorotan,” tegas Amir Faisal. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu membantu warga agar tidak ada yang berjuang sendirian ketika bencana terjadi. 

Banjir dan Longsor di Aceh Meluas, Begini Cara Efektif Menanggulangi Bencana Menurut Ahli dan Respons Cepat di Lapangan
Banjir dan Longsor di Aceh Meluas, Begini Cara Efektif Menanggulangi Bencana Menurut Ahli dan Respons Cepat di Lapangan
Sumber :
  • Ist

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh kembali mengingatkan bahwa kerja kemanusiaan tidak boleh berhenti pada distribusi bantuan darurat saja. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keberlanjutan pemulihan, dukungan kesehatan, penguatan ekonomi lokal, dan pendampingan psikososial menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat bangkit sepenuhnya. Upaya yang dilakukan relawan dan berbagai pihak menunjukkan bahwa solidaritas masih menjadi kekuatan utama di tengah krisis. 

Dengan kolaborasi yang konsisten dan kesiapsiagaan yang lebih baik, Aceh diharapkan pulih lebih cepat sekaligus semakin tangguh menghadapi bencana di masa mendatang. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros akan diolah menjadi tenaga listrik
Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Kapten Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, menilai performa timnya saat mengalahkan Jakarta Garuda Jaya berjalan cukup optimal.
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 
Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung kaget dengan adanya penampakan benda bercahaya misterius bak roket melintasi di atas langit saat malam hari di Provinsi Lampung. 
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, berpotensi meningkat pada 2026, seiring dengan kelanjutan pembangunan
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 

Trending

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Pakistan pada hari Jumat menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan, sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban kenaik
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

PSSI tengah berburu lawan ideal untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday 1-9 Juni 2026. Ada Italia, Serbia, hingga tim Asia Tenggara yang siap uji mental Garuda.
Selengkapnya

Viral