News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sampah Menumpuk di Jogja, Bau Sampah Ganggu Aktivitas Warga

Persoalan tumpukan sampah masih mendera kota Yogyakarta, setelah TPST Piyungan ditutup. Kini pemandangan tumpukan sampah marak terlihat baik di depo maupun di sejumlah titik.
Sabtu, 8 Juni 2024 - 16:19 WIB
Sampah Menumpuk di Jogja
Sumber :
  • Tim tvOne/Nuryanto

Yogyakarta, tvOnenews.com - Persoalan tumpukan sampah masih mendera kota Yogyakarta, setelah TPST Piyungan ditutup. Kini pemandangan tumpukan sampah marak terlihat baik di depo maupun di sejumlah titik.

Tak hanya di pembatas jalan kawasan depan Pasar Demangan, tumpukan sampah juga terlihat disejumlah titik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah seorang warga, Yosa menyebutkan persoalan tumpukan sampah mulai dari trotoar di sisi barat jalan Magelang setelah gapura perbatasan kota Yogya dan Sleman, juga di jalan Poncowinatan di sisi utara perempatan Pingit, juga di jalan Kusbini area Balayasa, serta yang sempat viral di pembatas jalan Di Demanagn atau Jalan Affandi. 

Baru baru ini juga terlihat tumpukan sampah di kawasan selatan Mandala Krida Yogyakarta.

"Iya sampah itu di dalam plastik-plastik, berbagai ukuran dan warna. Nah yang mengganggu kan jelas bau sampahnya. Kita terganggu lah jelas," ungkapnya, Sabtu (8/6/2024).

Hal itu diperparah karena sejumlah lokasi lain yang juga berfungsi sebagai penampungan atau Depo sementara juga telah penuh dan tutup. Seperti di daerah Kotabaru atau tepatnya di depan samping kantor RRI.

"Betul, tak kira sudah dibersihkan hari ini. Tapi masih menumpuk sampahnya," jelas Dyan, salah satu warga yang bekerja di Kotabaru.

Sampah yang menggunung karena ditumpuk-tumpuk menjadi persoalan baru bagi Kota Yogyakarta. Dampak paling langsung yang dirasakan warga yakni bau sampah yang cukup kuat.

Menurut warga, tumpukan sampah terjadi akibat permasalahan tempat pembuangan sampah akhir tak kunjung selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TPST Piyungan di Bantul Yogyakarta yang over kapasitas mengharuskan pihak pemerintah kota/kabupaten mengolah sampah masing-masing.

"Hal ini mwnyebabkan persoalan tumpukan sampah baik di Depo maupun lokasi lainnya belum tertangani secara maksimal dan terjadi tumpukan sampah uang menggunung," pungkas Dyan. (nur/ebs)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT