News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hampir Satu Bulan, Keluarga Korban Tragedi Susur Sungai Ciamis Belum Mendapatkan Kepastian Hukum

Baik pihak keluarga Aditya Maulana maupun Aldo berharap, pihak berwajib bisa segera menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi susur sungai.
  • Reporter :
  • Editor :
Jumat, 12 November 2021 - 09:02 WIB
Ai Handini, Kakak Alm Aditya Maulana tengah melakukan panggilan video dengan keluarga korban Aldo
Sumber :
  • Aditya Tri Wahyudi

Ciamis, Jawa Barat - Sudah hampir satu bulan tragedi susur sungai yang merenggut nyawa 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Ciamis, Jawa Barat terjadi. Para korban tenggelam di sungai Cileueur, Kecamatan Cijeungjing, Jumat (15/10/2021) lalu. Tapi hingga kini pihak keluarga korban belum mendapatkan kepastian hukum terkait pihak yang harus bertanggung jawab dalam tragedi susur sungai tersebut.

Ketika tvonenews.com menemui salah satu keluarga korban, terlihat Mimin Mintarsih (52) dan Ai handini (32) orang tua dan kakak dari korban tewas Aditya Maulana, warga Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat, tengah menangis tersedu bersama keluarga korban lainnya yaitu Aldo warga Majalengka, Jawa Barat. Mereka berhubungan melalui sambungan panggilan video WhatsApp. Isak tangis semakin tidak terbendung ketika keduanya melihat foto almarhum Aditya Maulana dan Aldo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baik pihak keluarga Aditya Maulana maupun Aldo berharap, pihak berwajib bisa segera menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas tragedi susur sungai. Keluarga Aditya Maulana merasa semakin kecewa lantaran menjelang 40 hari tragedi susur sungai, belum ada tersangka yang menyebabkan 11 siswa MTs Harapan Baru meninggal dunia.

“Semakin lama kami menunggu kepastian hukum, luka ini semakin terasa berat, kami berharap polisi bisa segera menentukan proses hukum bagi yang bertanggung jawab dalam tragedi susur sungai itu,” ucap Ai Handini kepada tvonenews.com, Jumat (12/11/2021).

Hal senada juga diungkapkan oleh ibunda Aldo yang berbicara kepada tvonenews.com melalui sambungan panggilan video Whatsapp. Ibunda Aldo menilai, proses hukum tragedi susur sungai tersebut terlalu lama untuk menetapkan tersangka.

“Ini memang takdir tapi bukan berarti tidak ada pihak yang bertanggung jawab, kami hanya ingin ada kepastian hukum,” ujar Ibunda Aldo.

Sementara itu, Polres Ciamis hingga kini masih terus melakukan pendalaman terhadap penyelidikan tragedi susur sungai. Sejumlah saksi termasuk pihak pembina dan kakak kelas sudah dimintai keterangan. Bahkan beberapa waktu lalu, korban selamat tragedi susur sungai mendapatkan trauma healing. Tapi saat dimintai penjelasan oleh awak media, Kapolres Ciamis, AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi mengatakan penanganan kasus ini berbeda lantaran melibatkan anak-anak di bawah umur dan harus dilakukan secara hati-hati untuk menjaga psikologis korban.

“Kami akan sampaikan kepada teman-teman media soal proses hukum susur sungai di lain kesempatan karena penanganan kasus ini berbeda dan perlu kehati-hatian,” ucap AKBP Wahyu Broto Narsono Adhi kepada awak media.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aditya Maulana terakhir berkomunikasi dengan keluarga di pagi hari sebelum tragedi susur sungai terjadi pada Jumat siang (15/10/2021). Ai Handini, kakak Aditya Maulana mengungkapkan, adiknya sempat menghubunginya melalui pesan WhatsApp menggunakan ponsel salah satu gurunya. Aditya Maulana menyampaikan bahwa uang jajan kiriman keluarganya sudah diterima.

“Di chat WA (WhatsApp) itu adik saya tidak mengatakan akan ada kegiatan susur sungai, kalau saja dia (Aditya Maulana) memberitahu, saya tidak akan izinkan dia untuk ikut dalam kegiatan itu,” ujar Ai Handini. (Aditya Tri Wahyudi/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

CMNP Optimistis Gugatan Rp119 Triliun Dikabulkan

Pihaknya telah menyampaikan sejumlah dalil yang didukung dokumen, bukti tertulis, keterangan saksi, serta ahli.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Ancaman Siber Meningkat, Standar Keamanan Data PCI DSS Jadi Tolok Ukur Lindungi Transaksi Digital

Tanpa tolok ukur teknis yang jelas, risiko kebocoran data dan serangan siber dapat meningkat drastis, mengancam kepercayaan publik terhadap sistem digital. Keamanan tidak
Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Karier Melejit! 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan dan Ketiban Proyek Besar pada Tanggal 15 April 2026

Bagi yang sedang mengincar promosi atau mendambakan perubahan karier yang signifikan, hari ini bisa menjadi momentum emas. Berikut prediksi karier weton besok.

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

PSI Jakarta Tak Setuju Pramono Kasih Izin Partai Beli Naming Rights Halte

Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi PSI, Kevin Wu, mengaku tidak setuju dengan rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang akan mengizinkan parpol membeli hak
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Anak dan Istri Shin Tae-yong Heran, Kok Bisa STY Masih Suka Bolak-balik Indonesia Meski Tak Lagi Latih Skuad Garuda

Kelakuan Shin Tae-yong yang masih sering bolak-balik ke Indonesia meski jabatannya di skuad Merah-putih sudah digantikan John Herdman bikin keluarganya heran.
Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Miris Para Pelaku Dugaan Pelecehan Seksual FH UI Ternyata Anak Anggota Polisi, TNI, Dekan hingga Wakil Dekan

Kasus pelecehan seksual FH UI mengungkap fakta mengejutkan, pelaku diduga anak polisi, TNI hingga pejabat kampus. Publik soroti transparansi.
Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro Akui Megawati Hangestri Salah Satu Aset Penting Kekuatan Tim di Lapangan

Jakarta Pertamina Enduro akui Megawati Hangestri sebagai aset penting tim meski masih dalam pemulihan cedera lutut, performanya krusial di Proliga.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main, Sebut Maarten Paes Tak Layak Jadi Andalan Ajax

Nama Maarten Paes kembali jadi sorotan panas di Belanda usai performanya bersama Ajax menuai kritik tajam dari media setempat. Jurnalis Belanda blak-blakan.
Selengkapnya

Viral