News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Balik Keindahan Pulau Sangiang, Terdapat Polemik yang Menghantui Warga Setempat

Pulau Sangiang, merupakan pulau kecil yang terletak antara Jawa dan Sumatera. Tetapi, secara administrasif, pulau ini termasuk dalam Kabupaten Serang, Banten. 
Kamis, 16 Maret 2023 - 07:05 WIB
Pulau Sangiang
Sumber :
  • Istimewa/Disporapar Kabupaten Serang

Banten, tvOnenews.com - Pulau Sangiang, merupakan pulau kecil yang terletak antara Jawa dan Sumatera. Tetapi, secara administrasif, pulau ini termasuk dalam Kabupaten Serang, Banten. 

Lantas, sudah tahukah anda soal Pulau Sangiang ini? Ya, sebagian orang mengetahui Pulau Sangiang adalah pulau kecil yang memiliki pemandangan sangat indah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengapa begitu penilaian sebagian orang terhadap pulau tersebut? Jawabannya, karena di Pulau Sangiang orang-orang dapat melihat banyak keindahan alam, termasuk pantai yang indah, dan dapat melihat berbagai macam tanaman khas seperti dadap laut, cemara laut, ketapang bayur, api-api, waru laut, nyamplung dan walikukum. 

tvonenews

Keindahan itulah yang dapat dinikmati para wisatawan bila berkunjung ke Pulau Sangiang. Bahkan, wisatawan juga bisa melihat berbagai macam hewan yang dilindungi. Seperti, dara laut, belibis, burung camar serta berbagai biota laut lainnya.

Tak hanya itu saja, pantai yang berpasir putih serta air laut yang jernih berpadu sempurna dengan hijaunya pepohonan dapat dirasakan oleh wisatawan. 

Namun, di balik keindahan itu semua, terdapat pula sebuah polemik yang selalu menghantui penduduk setempat. Di mana warga yang sudah beratus tahun dan secara turun-menurun menetap di Pulau Sangiang itu. Bahkan, memiliki kekuatan sejarah sebagai pewaris tanah ulayat. 

Dilansir dari kanal YouTube Keliling Kampung Channel menjelaskan, bahwa warga yang menetap di Pulau Sangiang tersebut tidak mempermasalahkan status kepemilikan tanah itu mau gimana. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hanya saja, mereka para warga setempat menginginkan tetap tinggal dan hidup damai sejahtera di Pulau Sangiang. Akan tetapi, kedamaian itu semakin pupus, dan melahirkan perlawanan warga. Pasalnya, adanya pihak yang menginginkan warga setempat untuk tidak tinggal di pulau tersebut. 

"Bahkan dari pengakuan warga setempat, pihak yang menguasai pulau itu melakukan cara-cara yang curang. Misalnya, pihak yang ingin berkuasa itu melepaskan hama babi, ular kobra dan hama-hama lainnya. Agar warga tak bisa bertani dan kehilangan mata pencarian utamanya," sebut kanal YouTube Keliling Kampung Channel, seperti yang dikutip tvOnenews, Kamis (16/3/2023).

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral