- Ducati Corse
Bos Ducati Tanggapi Strategi 'Aneh' Marc Marquez di MotoGP Thailand 2025
Jakarta, tvOnenews.com - Bos Ducati menanggapi strategi aneh Marc Marquez di MotoGP Thailand 2025.
Davide Tardozzi yang menjabat sebagai manajer tim mengaku sempat heran dengan munculnya rumor soal peringatan tekanan ban untuk Marc Marquez.
Seperti diketahui, insiden tak biasa terjadi di MotoGP Thailand 2025, Minggu 3 Maret 2025 kemarin.
- MotoGP
Marc Marquez yang mendominasi balapan sejak awal kemudian terlihat mendadak mengurangi laju motornya di lintasan.
Alhasil, posisi The Baby Alien saat itu langsung dilewati sang adik, Alex Marquez.
Alex Marquez pun terus memimpin jalannya balapan sejak lap ketujuh hingga empat putaran terakhir.
Akan tetapi, Marc Marquez kemudian berhasil kembali berada di urutan terdepan dan mempertahankan posisinya untuk merebut podium kemenangan.
Penampilan Marc Marquez di MotoGP Thailand 2025 akhir pekan kemarin pun memunculkan banyak tanda tanya.
Tidak sedikit yang menuding Marquez sengaja melakukan strategi tersebut demi menjaga jarak dengan rekan setim sekaligus rivalnya, Frencesco Bagnaia.
Namun, setelah balapan selesai baru diketahui Marc Marquez saat itu sengaja melambatkan lajunya karena melihat peringatan tekanan ban pada Desmosedici GP25 miliknya.
Penjelasan soal Regulasi Tekanan Ban di MotoGP
Untuk diketahui, pembaruan soal regulasi tekanan ban dan penalti ditetapkan mulai MotoGP 2024 kemarin.
Sederhananya, regulasi ini mengharuskan para pembalap mematuhi tekanan minimum yakni 1,8 bar untuk ban depan dan 1.68 untuk ban belakang motor mereka.
Para pembalap harus menjaga tekanan ban tadi selama 60 persen total lap balapan untuk Grand Prix (balapan utama) dan 30 persen total untuk Sprint Race (balapan sprint).
Hukuman penalti pengurangan 16 detik akan didapat para pembalap yang mengabaikan regulasi tekanan ban di balapan utama dan 8 detik untuk pelanggaran di balapan sprint.
Pada situasi di MotoGP Thailand 2025 kemarin, Marquez yang melihat peringatan tekanan ban di motornya langsung mengurangi kecepatan hingga posisinya dilewati Alex Marquez.
The Baby Alien sengaja melakukan cara ini guna memanfaatkan slipstream atau aliran udara dari motor Alex Marquez yang berada di depannya untuk menjaga suhu ban motornya bisa lebih panas.
Dengan demikian, suhu panas yang dialirkan dari motor Alex Marquez pun bisa meningkatkan tekanan ban motor Marc Marquez melewati batas yang ditetapkan.
Manajer Ducati, Davide Tardozzi pun ikut buka suara terkait insiden yang dialami Marc Marquez di MotoGP Thailand 2025 kemarin.
Tardozzi mengaku heran dengan pernyataan Marc Marquez soal peringatan tekanan ban yang muncul pada motornya.
Sebab, Tardozzi yakin seluruh kru tim yang bekerja sudah menghitung dengan sangat baik mengenai tekanan ban serta suhu yang ada di lintasan saat balapan berlangsung.
“Saya pikir teknisi kami selalu menghitung dengan sangat baik angka-angka suhu," ujar Tardozzi dilansir dari laman Speedweek.
“Tetapi pada akhirnya kami harus melihat datanya, karena berbicara tanpa mengetahui apa yang terjadi tidaklah baik.”
Tardozzi mengakui bahwa penurunan kecepatan Marquez yang tiba-tiba saat ia tertinggal di belakang Alex Marquez dari Gresini membuatnya gugup.
“Ia melambat dengan cara yang aneh, karena ia bisa melambat dengan cara yang berbeda,” katanya.
"Pada akhirnya, dia (Marc Marquez) orang yang pintar. Dia tetap berada di belakang Alex (Marquez) dan tidak memacu seperti yang dia lakukan di lap ke-23, ketika dia membuat jarak yang sangat jauh dalam satu split, setengah detik dalam satu split," lanjutnya.
"Itu berarti Marc Marquez benar-benar mampu menjauh sejak awal," tukasnya. (aes)