Bolak-balik meja Operasi Sepanjang Musim Lalu, Jorge Martin Tak Menyangka Ia Bisa Finis di P4 saat MotoGP Thailand 2026
- Instagram/Jorge Martin
tvOnenews.com - Juara Dunia musim 2024 asal Spanyol, Jorge Martin, mengaku tak menyangka mampu finis keempat pada MotoGP Thailand 2026 akhir pekan kemarin.
Martin merasa jika hasil itu terasa spesial setelah musim dingin berat penuh operasi yang ia jalani.
Jorge Martin menyebut pencapaiannya di Sirkuit Buriram sebagai sesuatu yang luar biasa.

- Instagram/Jorge Martin
Cedera pergelangan tangan dan tulang selangka memaksanya kembali naik meja operasi. Akibatnya, ia absen dalam tes pramusim di Sepang dan minim persiapan.
Martin baru benar-benar menjajal Aprilia Racing RS-GP terbaru sepekan sebelum seri pembuka musim ini.
Adaptasinya terbilang cepat meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya ideal. Ia membuka tes Thailand di posisi kedelapan sebelum naik ke lima besar saat kualifikasi.
Hasil itu berlanjut di Sprint dan meningkat menjadi P4 saat balapan utama.
“Balapan yang sangat bagus, saya senang dan bangga dengan persiapan musim dingin saya. Dua bulan lalu, saya bahkan tidak bisa makan! Dan sekarang saya di sini, dan berada di posisi ke-4 di kejuaraan. Jadi ini gila, luar biasa!” kata Martin.
“Saya rasa saya telah melakukan pekerjaan yang baik. Aprilia melakukan pekerjaan yang luar biasa, tetapi saya datang ke tes ini dengan pikiran yang sangat terbuka, mencoba beradaptasi dengan motor, dan itu membuahkan hasil.” tambahnya.

- Instagram/Jorge Martin
Sepanjang race utama MotoGP Thailand 2026, Martin terlibat duel sengit dengan Marc Marquez dan Pedro Acosta.
“Hari ini saya membuat langkah besar lainnya dalam gaya berkendara saya. Tentu saja saya kehilangan sedikit waktu karena bertarung dengan Marc dan Pedro, tetapi saya sangat menikmatinya,” katanya.
“Jika tidak, saya rasa saya bisa naik podium atau mendekati Raul. Tapi ini balapan. Saya perlu sedikit meningkatkan kualifikasi dan kecepatan saya untuk bisa bersaing dengan mereka.” lanjutnya.
“Pokoknya, balapan hari ini adalah tentang mengelola aspek fisik, ban, dan bahan bakar. Saya sangat senang bisa menyelesaikannya. Lap-lap terakhir sangat sulit, saya bahkan tidak bisa memacu gas penuh di lintasan lurus karena selip roda jadi situasinya sangat rumit.” pungkasnya.
Load more