- KOVO
Megawati Hangestri Bukanlah Pemain dengan Gaji Tertinggi Meski Torehkan Gelontoran Prestasi Selama di Red Sparks? Ternyata...
tvOnenews.com - Megawati Hangestri akhirnya buka-bukaan soal anggapan yang menyebut jika dirinya termasuk pemain dengan gaji termahal di Korea.
Apalagi, Megawati Hangestri datang dengan status pemain asing bahkan sanggup 'menggendong' prestasi Red Sparks dalam dua musim terakhir.
Pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri seolah menjadi aset berharga bagi Red Sparks. Bagaimana tidak, kehadirannya selama dua musim tuai prestasi untuk klub.
Tak heran ketika Megawati Hangestri memutuskan untuk pulang ke Indonesia, banyak volimania Korea yang menyayangkan pilihan Megatron itu.
Mulai dari kapten Red Sparks Yeum Hye-seon yang sempat membujuk supaya Megawati Hangestri setidaknya bertahan untuk satu musim lagi saja.
Sampai pelatih Red Sparks Ko Hee-jin yang gagal move on ditinggal Megawati Hangestri meskipun sudah temukan pengganti dalam diri Wipawee Srithong.
Akan tetapi, ada juga pihak yang mengapresiasi keputusan Megawati Hangestri yang tinggalkan Red Sparks ketika sedang berada di puncak penampilannya.
- KOVO
Di sisi lain, deretan prestasi yang diraih oleh Megawati Hangestri dalam dua tahun terakhir menuai anggapan kalau Megatron memang layak diganjar nominal fantastis.
Ditambah lagi dengan fakta bahwa Megawati Hangestri di Red Sparks berstatus sebagai pemain asing, sehingga keistimewaan dia dapatkan di sana.
Sebagai informasi, di musim pertamanya bersama Red Sparks, Megawati Hangestri mendapat gaji senilai USD 100 ribu atau Rp1,6 miliar menurut regulasi KOVO.
Sedangkan pada musim keduanya bersama Red Sparks, Megawati Hangestri menerima kenaikan gaji yang cukup besar menjadi USD 150 ribu atau Rp2,4 miliar.
Atau karena satu musim V-League berlangsung selama sembilan bulan, maka per bulannya Megawati Hangestri bisa mengantongi Rp266 juta dari Red Sparks.
Meski nominal tersebut tampak cukup besar, tapi faktanya Megawati Hangestri bukanlah pemain dengan gaji paling tinggi selama dua tahun di Red Sparks.
Hal ini bahkan diakui langsung oleh Megawati Hangestri ketika diwawancarai oleh tvOne. Menurutnya, pemain lokal Korea justru yang paling tinggi gajinya.
“Kalo di Korea sih nggak (pemain gaji tinggi) karena pemain lokal Korea gajinya jauh lebih besar bahkan berkali-kali lipat daripada aku orang (pemain) Asia quarter,” kata Mega.
Memang, pada musim lalu, pemain Red Sparks dengan gaji tertinggi ialah Vanja Bukilic yang kemudian diikuti oleh para pevoli lokal asal Korea.
Megawati Hangestri yang kontribusinya cukup besar dalam dua musim terjadi hanya menjadi pemain ke-9 dengan gaji paling tinggi, bahkan di bawah pevoli cadangan Red Sparks.
- KOVO
Namun, fenomena ini tidak berlaku di Indonesia. Megawati Hangestri mengatakan kalau dirinya mungkin menjadi pevoli putri termahal di Proliga.
“Kalo di Indonesia, mungkin (gajinya paling mahal),” ujar Megawati Hangestri dikutip dari YouTube tvOnenews.
Di gelaran Proliga musim 2024 lalu, Megawati Hangestri dikabarkan mendapat bayaran mencapai Rp75-125 juta per bulannya atau Rp300-500 juta per musim dari Jakarta BIN.
Meski demikian, hal tersebut masih bersifat rumor semata karena Megawati Hangestri maupun pihak Jakarta BIN saat itu tidak membuka nilai kontrak Megatron.
(han)