news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Indonesia Tempel Ketat Thailand di SEA Games 2025: Sedikit Lagi Sapu Bersih Target Medali Emas Menpora.
Sumber :
  • Kemenpora

Indonesia Tempel Ketat Thailand di SEA Games 2025: Sedikit Lagi Sapu Bersih Target Medali Emas Menpora

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia masih berada di jalur persaingan elite Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang besar untuk terus menambah
Selasa, 16 Desember 2025 - 19:03 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kontingen Indonesia menunjukkan taji kuat dalam persaingan SEA Games 2025 Thailand. Hingga pertengahan kompetisi, Merah Putih kokoh bertahan di posisi kedua klasemen sementara, menempel tuan rumah yang berada di puncak. 

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia masih berada di jalur persaingan elite Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang besar untuk terus menambah pundi-pundi medali emas di sisa pertandingan.

Posisi strategis Indonesia tersebut selaras dengan target besar yang dicanangkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir. Sejak awal, pemerintah menegaskan ambisi untuk tidak sekadar meramaikan ajang dua tahunan ini, melainkan mengincar prestasi maksimal melalui raihan medali emas.

Target itu bukan hanya soal angka, tetapi juga pembuktian daya saing olahraga nasional di tengah ketatnya persaingan regional, terutama menghadapi Thailand sebagai tuan rumah.

Menpora Erick Thohir mengapresiasi soliditas seluruh pemangku kepentingan olahraga yang terlibat langsung dalam mendukung perjuangan atlet Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. 

Ia menilai kekompakan antara pemerintah, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Chef de Mission (CdM), hingga induk cabang olahraga menjadi fondasi penting dalam menjaga performa atlet di arena pertandingan.

Melansir dari laman Kemenpora, hingga Senin (15/12) malam, Indonesia telah mengoleksi 52 medali emas, 65 perak, dan 68 perunggu. Raihan tersebut menempatkan Indonesia secara mantap di peringkat kedua klasemen sementara. 

“Kalau mau berhasil kita harus kompak, jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau kita lihat sampai prestasi hari ini sudah ada 52 emas, 65 perak, dan 68 perunggu,” ujar Menpora Erick Thohir.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora Erick juga menyempatkan diri bertemu dengan para ketua umum cabang olahraga yang turun langsung mendampingi atletnya di arena. Menurutnya, kehadiran para pemimpin cabor di lapangan memberikan dampak psikologis yang besar bagi atlet yang sedang berjuang. 

“Saya mengapresiasi KOI, CdM, dan cabor yang benar-benar kita rasakan sebagai keluarga. Kita di sini kompak, saling mendukung. Kalau kita kompak, prestasi kita akan meningkat dan atlet-atlet terbaik yang akan dikirim,” katanya.

Tak hanya soal teknis dan manajerial, motivasi moral juga menjadi perhatian serius. Menpora Erick menyampaikan pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh kontingen Indonesia.

“Bapak Presiden beberapa hari yang lalu menyampaikan pesan kepada seluruh kontingen, KOI, CdM, ofisial, dan terutama para atlet yang sedang berjuang. Pesannya, Presiden ada bersama mereka dan ingin prestasi olahraga kita meningkat,” ungkap Erick.

Menurut Erick, Presiden Prabowo memandang prestasi olahraga sebagai cerminan karakter bangsa. “Kita juga menunjukkan karakter bangsa kita yang punya daya juang, yang benar-benar menjadi cerminan karakter bangsa kita,” tambahnya. 

Oleh karena itu, pemerintah tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga masa depan atlet setelah masa kompetisi berakhir.

Salah satu bentuk nyata perhatian tersebut adalah komitmen apresiasi dan keberlanjutan karier atlet. “Salah satu apresiasi bapak Presiden dengan memberikan bonus sebesar Rp1 miliar. Tetapi tidak di situ saja, bapak Presiden mendorong program olahraga termasuk mempelajari bagaimana dana pensiun atlet ke depan,” jelas Menpora Erick.

Dari sisi KOI, Ketua Umum Raja Sapta Oktohari turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan lintas sektor yang dirasakan langsung oleh atlet. Ia menilai performa Indonesia sejauh ini melampaui ekspektasi awal. 

“Ekspektasi sampai saat ini masih di atas rata-rata. Kita tetap harus berjuang dan mendoakan para atlet yang sudah berhasil mempersembahkan medali emas sampai hari ini berada di posisi dua. Ini kabar baik, kabar yang membanggakan. Tapi kita tidak boleh terlena,” ujar Raja Sapta Oktohari.

SEA Games sendiri merupakan ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara yang digelar dua tahun sekali. Pada edisi 2025, Thailand menjadi tuan rumah dengan penyelenggaraan berlangsung pada 9–20 Desember 2025. 

Hingga 16 Desember 2025 pukul 11.00 WIB, Thailand masih memimpin klasemen dengan total 292 medali, termasuk 145 emas. Indonesia berada di posisi kedua dengan total 181 medali, disusul Vietnam, Singapura, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Dengan sisa pertandingan yang masih terbuka, Indonesia memiliki peluang untuk terus menekan tuan rumah. Kekompakan, konsistensi, dan semangat juang atlet menjadi modal utama untuk mewujudkan target emas yang sejak awal digaungkan Menpora. (udn)
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral