- Tiktok / Red Sparks
Pelatih Thailand Rela Terbang ke Korea Demi Bertemu Megawati Hangestri? Ternyata Ia Punya Agenda Untuk Melihat Kondisi....
tvOnenews.com - Pelatih tim nasional voli putri Thailand, Kiattipong Radchatagriengkai, melakukan kunjungan ke Korea Selatan dalam rangka memantau perkembangan pemainnya, Wipawee Srithong, yang tengah mengalami cedera serius.
Kunjungan ini bertepatan dengan pertandingan Liga Voli Korea antara Daejeon JungKwanJang Red Sparks dan Suwon Hyundai E&C Hillstate pada Minggu (9/3/2025).
Wipawee, mantan rekan setim Megawati Hangestri di Liga Voli Thailand, mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada pertemuan di putaran kelima melawan Red Sparks.
Cedera tersebut memaksa Wipawee menjalani operasi dan kini dalam proses rehabilitasi intensif. Meski kondisinya berangsur membaik, Wipawee dipastikan absen hingga akhir musim.
Kiattipong mengaku prihatin dengan cedera yang menimpa Wipawee, terutama karena pemain berusia 26 tahun itu adalah bagian penting dari timnas Thailand.
"Saya telah melatih Wipawee sejak usianya 15 tahun, jadi berita ini sangat berat bagi kami semua," ujarnya dalam wawancara dengan *TheSpike.
Kiattipong menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan dokter tim untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
Selain memantau Wipawee, Kiattipong juga menyempatkan diri berbincang dengan Megawati Hangestri di pinggir lapangan. Keduanya tampak akrab dalam momen yang terekam dan beredar luas di media sosial.
Megawati, yang kini memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks, menjadi sorotan publik setelah penampilan impresifnya di Liga Voli Korea. Namun, nasib kontraknya di Red Sparks masih menjadi tanda tanya besar.
Sejauh ini, belum ada kejelasan apakah Red Sparks akan memperpanjang kontrak Megawati untuk musim depan.
- Tiktok
Performa luar biasa Megawati musim ini sebenarnya memperbesar peluangnya untuk dipertahankan, tetapi keputusan akhir masih menggantung.
Situasi ini memicu spekulasi di kalangan penggemar dan pengamat voli tentang masa depan Megawati di Korea.
Sementara itu, Wipawee yang menyaksikan pertandingan dari tribun mengungkapkan bahwa proses pemulihannya berjalan cukup baik.
"Kondisi saya semakin membaik. Saya fokus pada rehabilitasi dan berusaha kembali ke performa terbaik," ujar Wipawee.
Ia juga merasa bersyukur atas perhatian yang diberikan pelatihnya. "Pelatih Kiattipong selalu mendukung saya sejak saya masih muda, jadi kehadirannya di sini sangat berarti."
Kunjungan Kiattipong ke Korea juga terkait dengan rencana digelarnya kembali ajang Korea-Thailand Women's Volleyball All-Star Super Match.
Acara ini akan menjadi edisi keempat setelah sempat terhenti selama lima tahun akibat pandemi. Keikutsertaan Wipawee dan Megawati di ajang ini menjadi sorotan, terutama karena keduanya adalah bintang utama di liga masing-masing.
Namun, dengan kondisi cedera Wipawee dan ketidakpastian kontrak Megawati, keterlibatan mereka dalam turnamen ini masih belum dapat dipastikan.
Peran pemain ASEAN seperti Wipawee dan Megawati dalam kompetisi internasional seperti Liga Voli Korea menunjukkan dampak besar dari kolaborasi lintas negara dalam olahraga voli.
Jika kontrak Megawati diperpanjang, ia berpeluang menjadi salah satu pemain asing dengan masa bakti terpanjang di Liga Voli Korea.
Sebaliknya, jika kontraknya tidak diperbarui, bisa jadi Megawati akan kembali ke liga domestik atau berkarier di negara lain.
Meski masa depan Megawati di Korea masih belum jelas, pertemuan dengan pelatih Kiattipong dan kondisi Wipawee yang terus membaik menjadi sinyal positif bagi perkembangan voli di Asia Tenggara.
Dukungan yang diberikan pelatih kepada Wipawee serta perhatian yang diterima Megawati dari klubnya menunjukkan bagaimana talenta ASEAN semakin diperhitungkan di kancah voli dunia. (udn)