- Ilustrasi AI
Benarkah Setan Dibelenggu saat Bulan Ramadhan? Begini Penjelasannya
"Pintu neraka ditutup, maknanya susah bagi orang yang punya iman melakukan kejahatan di bulan Ramadhan karena imannya yang menyuruhnya menghindari kemaksiatan," kata Buya Yahya.
Ramadhan memperkuat dorongan batin untuk menjauhi keburukan.
Hati yang beriman cenderung lebih peka, lebih mudah tersentuh, dan lebih berat melakukan maksiat.
Bukan semata karena takut, tetapi karena suasana spiritual Ramadhan mendorong manusia untuk kembali kepada fitrah kebaikan.
Di samping memperbanyak ibadah, Ramadhan juga identik dengan pembersihan hati.
Menyadari hal ini, Buya Yahya mengingatkan pentingnya saling memaafkan sebelum memasuki bulan suci.
Hubungan antarmanusia yang retak, sekecil apa pun, layak diperbaiki.
Ramadhan adalah bulan ampunan. Maka, segala rasa gengsi, malu, atau kesombongan yang menghalangi permintaan maaf sepatutnya ditanggalkan.
Inilah saat yang tepat untuk meluruskan kembali hubungan, baik dengan pasangan, orang tua, anak, maupun sesama.
Pada akhirnya, pemahaman tentang setan yang “dibelenggu” tidak semata berbicara tentang makhluk gaib.
Ia juga menyentuh realitas diri: bahwa Ramadhan adalah bulan ketika jalan menuju kebaikan dipermudah, godaan diperingan, dan pintu taubat dibuka selebar-lebarnya.
Tinggal bagaimana manusia memanfaatkan kesempatan agung tersebut. (gwn)